Sejak 2014, Scania mulai ikut mendukung pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan. Di tahun itu, Scania meluncurkan bus gandeng berbahan bakar gas dengan standard Euro 6 pertama di dunia. Jakarta dipilih sebagai tempat peluncuran perdana. Di Jakarta ini, terdapat Bus Rapid Transit terpanjang di dunia, dengan total jalur mencapai 251 Km.
Pada 2015, Scania dipilih oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu penyedia bus bus kota untuk warga Jakarta, melalui PT. Transjakarta. Ada bus gandeng Scania K340IA/6×2*2 yang dipesan oleh Transjakarta diikuti oleh PT. Mayasari Bakti dan menyusul Scania K310IB/6×2*4 juga dipesan PT. Mayasari Bakti. Terakhir ada bus low entry (berlantai rendah) Scania K250UB/4×2 yang menyemarakkan Asian Games tahun 2018. Sedikitnya 400 unit bus Scania sudah beroperasi menyusuri jalan-jalan di Jakarta.



Dalam rangka memenuhi kebutuhan transportasi perkotaan, yang beberapa tahun ini mulai menggeliat dengan beroperasinya angkutan perkotaan aglomerasi di berbagai daerah, lanjut Loudy, PT. PT. United Tractors Tbk merasa perlu menghadirkan model bus yang lengkap. Jika ditilik dari beberapa kota, rerata bus-bus kota yang beroperasi adalah bus dengan kelas 15-16 ton dan bertenaga 260 HP. Sayangnya dalam kesempatan itu, Loudy belum mau membuka harga Scania K250IB/4×2.
“Kami melihat peluang yang ada dan sekaligus menghadirkan bus yang sudah terbukti ramah lingkungan. Bus ini sudah B30 ready, bahkan jika di saatnya nanti harus B100, ya sudah siap juga,” katanya merujuk kebjiakan pemerintah terkait campuran bio pada solar dari 30 persen, termasuk jika ada kebijakan ditingkatkan campurannya nanti.



Untuk kenyamanan pengemudi dan penumpang, transmisi otomatis yang dilengkapi dengan retarder yang bisa diprogram agar mencapai konsumsi bahan bakar maksimal menjadi andalan. Pengaturan ini juga membuat bus lebih halus dari posisi berhenti dan berjalan atau sebaliknya. Selain itu, masih ada keunggulan yang belum ada di bus sekelas yang sudah beredar di Indonesia. Scania K250IB/4×2 dilengkapi dengan enam suspensi udara (dua di depan dan empat di belakang) yang diatur secara elektronik. Sistem Electronic Leveling Control memungkinkan pengemudi bisa mengatur ketinggian minimal, maksimal maupun mengatur ketinggian hanya satu sisi dengan memencet tombol.
Fitur unggulan standar Scania juga tersedia di bus debutan ini. Ada Electronic Braking System dan Anti-lock Braking System, ada juga Telematic Device yang terkoneksi dengan Scania Fleet Management Services. Sistem telematika yang disediakan Scania memungkinkan pemantauan operasional bus secara rinci. Sistem telematika yang tertanam di Scania K250IB/4×2 juga bisa memandu pengemudi untuk memaksimalkan operasional, sehingga tercapai efesiensi. Perilaku pengemudi juga bisa disesuaikan dengan karakter bus, berkat informasi yang tersedia pada instrumen digital yang sudah berbahasa Indonesia.



Dalam kesempatan peresmian itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT. Transjakarta, Yoga Adiwinarto ikut hadir. Dia berharap, Scania bisa mendukung operasional bus Transjakarta dengan model terbarunya. Sejauh ini, lanjut dia, bus-bus Scania sangat membantu operasional dan salah satu yang dikenal masyarakat Jakarta. “Kami sudah ada bus gandeng, ada bus maxi, terakhir ada bus low entry. Sekarang ya bus ini, hanya bus single yang belum ada modelnya untuk Scania. Dengan adanya model baru ini, Scania memiliki semua model yang dibutuhkan Transjakarta,” ujar dia.
Beberapa operator bus Transjakarta juga terlihat hadir. Ada pimpinan PPD, Pahala Kencana, juga salah satu pimpinan PT. Mayasari Bakti, Ade Mahpud ikut melihat dari dekat bus terbaru dari Scania itu. PT. Mayasari Bakti adalah pemilik bus Scania terbanyak yang beroperasi di Transjakarta.



Sementara itu, salah satu pengusaha bus antar kota yang tak mau disebutkan namanya yang hadir di antara pengunjung, mengaku tertarik dengan spesifikasi Scania K250IB/4×2. Menurut dia, dari bus sekelas yang sudah beredar di Indonesia, spesifikasi Scania lebih unggul. “Entah apakah kira-kira cocok untuk bus AKAP? Saya mau lihat dulu secara operasional nanti seperti apa,” ujarnya. (naskah : mai/foto : mai)










