(Jakarta – haltebus.com) Setelah meluncurkan produk Ultra High Deck (UHD), varian Jetbus dengan kapasitas bagasi lebih besar, Oktober lalu di ajang Trade Expo Indonesia, Karoseri Adiputro memperkenalkan varian MHD untuk produk Jetbus 3+. Varian terbaru ini hanya untuk diaplikasikan pada chassis bus kelas GVW (gross vehicle weight) 16 Ton dengan penambahan ruang pada bagasi. “Kami mencoba mengisi pasar di kelas 16 Ton melengkapi varian terbaru UHD untuk kelas 20 Ton ke atas,” kata Direktur PT. Adiputro Wirasejati, David Jethrokusumo kepada haltebus.com, Rabu (16/10/19) di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Varian MHD yang kepanjangan dari Medium High deck ini melengkapi produk Karoseri Adiputro yang sudah memulai bus dengan kapasitas bagasi yang besar sejak 2015. Produk pertama yang diperkenalkan untuk ruang bagasi besar ada Jetbus 2 Super High Deck (SHD) untuk bus kelas GVW 18 dan 20 Ton ke atas. Tahun 2018 lalu, produk SHD dikembangkan khusus untuk bus ber-GVW 20 Ton ke atas dengan varian Jetbus 3+ UHD.



Dari sisi peruntukkan, MHD dan HDD sama-sama untuk bus ber-GVW 16 Ton. Secara spesifik, untuk produk Mercedes-Benz OH-1526 dan Mercedes-Benz OH-1626 yang sudah memiliki standar ketinggian Center of Gravity yang tidak bisa diubah oleh pabrikan. Jika mengikuti standar Mercedes-Benz, kedua chassis tersebut hanya bisa dibangun untuk bus dengan ketinggian maksimal 3,7 meter.
Apakah Karoseri Adiputro ingin bersaing dengan Transporter yang sudah diluncurkan Karoseri Laksana? “Ini kami buat untuk memenuhi permintaan pasar. Toh kami sudah memiliki varian SHD dan UHD yang memiliki bagasi lebih luas juga,” kata David diplomatis.

Manager R&D Karoseri Adiputro, Eko Widianto mengakui tidak banyak melakukan perubahan dari standar Jetbus 3+ yang sudah diperkenalkan pada 2018 lalu. Dimensi berbeda hanya terletak pada ruang bagasi yang lebih besar. Dengan memanfaatkan chassis space frame OH-1626 yang mudah dibentuk bagian bagasinya, lanjut Eko, tim desainer Karoseri Adiputro menghitung ulang dimensi bus. “Kabin penumpang kami kurangi ketinggiannya, dan ground clearance juga lebih rendah sehingga ketinggian bus tetap terjaga,” ujar Eko menjelaskan.
Beberapa pengusaha bus mengandalkan ruang bagasi yang lebih besar untuk mendukung operasional busnya. Pengiriman barang melalui bus kini menjadi salah satu alternatif masyarakat. Menurut David, permintaan akan bus dengan bagasi lebih besar di semua varian chassis diharapkan bisa memenuhi harapan pelanggannya. Dia optimistis, untuk kelas GVW 16 Ton Jetbus 3+ MHD bisa jadi primadona.













