(Semarang – haltebus.com) Karoseri Laksana meluncurkan produk terbaru untuk kelas bus sedang, di perayaan hari jadi mereka ke-40, Selasa (12/1710/17) di workshop mereka di Ungaran, Jawa Tengah. Seperti produk Tourista sebelumnya, model terbaru itu masih mengikuti model produk bus besar mereka. “All New Tourista mewakili desain yang kokoh dan gagah yang menjadi ciri khas desain Karoseri Laksana,” demikian disampaikan Desainer PT. Laksana, Kus Ririn dalam presentasi produk terbarunya.
Tampilan All New Tourista mirip dengan desain Legacy Sky SR2 yang diluncurkan pada Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show 2016 lalu. Perbedaannya terletak pada dimensi yang lebih kecil baik lebar maupun panjang, juga pada tampilan depannya. Ada beberapa aspek desain yang disampaikan pria yang akrab disapa Riri itu. Dari sisi desain, lanjut dia, Karoseri Laksana ingin mengukuhkan model floating roof sebagai salah satu ciri khas mereka yang menjadi penanda model-model yang mereka lahirkan.
Di sisi samping, terutama di bagian atas, membentang aksen profil yang dibuat dari aluminium ekskursi yang fungsional. Tampilannya yang mengilap dan memanjang juga diiringi dengan fungsi sebagai talang air di saat hujan. Dari aspek keamanan berkendara, kabin pengemudi didesain dengan jangkauan pandangan yang luas untuk pengemudi. “Seperti motto Karoseri Laksana, kami selalu menghadirkan yang berbeda, terdepan, kokoh dan desain yang modern,” ujar Riri.

Menurut Riri, dari sisi rangka bus, tak banyak yang dilakukan, tetapi perubahan tampilannya bisa terlihat sangat signifikan. Desain All New Tourista bisa diaplikasikan untuk dua kategori bus medium. Bus medium berpanjang 9 meter dengan lebar 2,1 meter ataupun medium large yang panjangnya 10 meter dengan lebar 2,3 meter. “Bagasi All New Tourista terbesar dan terluas di kelasnya, silahkan bapak-ibu sekalian merasakan pengalaman bersama All New Tourista kami,” ujar Riri di akhir presentasinya.

Sementara di sisi interior, ada beberapa perubahan yang sebenarnya sudah diaplikasikan di produk yang dipamerkan di GIIAS 2016 lalu. Lampu yang unik dihiasi dengan louver AC yang memudahkan penumpang mengatur derasnya luncuran angin yang dingin dari saluran AC. “Saya senang dengan interior Karoseri Laksana karena setiap ada yang baru, selalu ada yang berbeda juga,” kata Dwi Apriyono dari PO. Riyan, Cilacap.

Menurut Riri, bus yang digunakan untuk peluncuran masih tergolong baru dan memerlukan banyak masukan dari pelanggan. Secara umum, dalam penjelasannya Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman membuka peluang kritik, saran dan masukan bagi pelanggannya. “Bagi kami masukan, saran maupun komplain dari pelanggan juga untuk kemajuan kami,” kata Stefan.











