Chrissma yang akrab disapa Tya mengungkapkan, beberapa tahun terakhir ini mereka serius mengubah Perum PPD agar lebih berorientasi pada pengembangan usaha untuk meraih laba. Meski telah lama memiliki divisi untuk bus pariwisata, lanjut dia,baru mulai tahun 2016 mereka membangun ulang dengan ciri khas armada warna coklat. Warna yang berbeda dari bus-bus PPD yang umumnya kini berwarna biru.
Menurut Tya, armada yang dirombak itu adalah armada ex-bantuan Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2009, yang telah menjadi aset Perum PPD. Sejak tahun lalu, lanjut dia, pihaknya mengajukan permohonan penyertaan modal pemerintah, salah satu usulannya armada bantuan Kementerian Perhuungan itu. “Bus-bus itu sudah menjadi aset kami, dan surat permohonannya sudah disetujui pemerintah. Kami mengajukan hingga ke Presiden,” kata Tya menjelaskan.
Aslinya bus-bus bantuan Kemenhub yang diterima Perum PPD adalah bus kota. Di tangan mekanik dan staf SBU Pemeliharaan dan Perbaikan di Depo Ciputat, tampilan luar bus berubah tak kalah dengan bus-bus pariwisata lainnya. “Kami menyebutnya bus kelas Bisnis. Ada 15 sampai 17 unit bus yang siap disewakan, termasuk bus VVIP,” ujar Galih Faisal dari SBU Tour & Travel PPD.












