Bus berlantai satu dengan pemanfaatan ruang kabin penumpang yang maksimal dan diberi nama Ultra High Decker (UHD) Jetbus 3+. “Kami mencoba membuat bus 3-axle satu lantai bisa memiliki ruang yang maksimal untuk tempat duduk, tanpa mengurangi kenyamanan penumpang,” kata Jesse Jethrokusumo dari Karoseri Adiputro kepada haltebus.com, di sela-sela pameran.
Chassis bus maxi 3-axle, dikenal tanggung di kalangan pemilik perusahaan bus. Jika dibuat bus satu lantai, maka investasi yang begitu mahal akan sulit dikejar dalam hitungan bisnis mereka, terutama dari sisi waktu break event point. Sementara jika dibuat dua lantai, ada kendala bus ini tidak bisa melalui semua jenis jalan, khususnya karena faktor ketinggian. Dalam catatan haltebus.com, untuk chassis bus maxi 3-axle, perusahaan bus harus merogoh kocek antara Rp. 1,5-1,8 miliar. Jika bus dibuat bus satu lantai harus merogoh kantong untuk tambahan setidaknya Rp. 700 juta, sedangkan bus double-decker bisa mencapai Rp. 1 miliar.


Perhitungan investasi ini sering menjadi pertimbangan pemilik bus dalam meramu chassis bus maxi 3-axle yang mereka beli agar masuk dalam hitungan bisnis mereka. Menurut David Jethrokusumo, Karoseri Adiputro menawarkan bus berlantai satu dengan karakter tambahan yang cukup menjanjikan peluang. Meski hanya berlantai satu, kata dia, ada dua potensi pendapat yang bisa diraih perusahaan pemilik bus. Dari sisi penumpang, kapasitas tempat duduk lebih banyak, dari sisi bagasi kapasitas mengangkut barang juga lebih banyak. “Ini untuk menyiasati investasi mahal yang sudah diambil oleh pemilik bus,” katanya.

Salah satu cara membuat nyaman penumpang adalah dengan membuat pintu yang unik. Pintu depan bus yang dibangun dengan sistem pneumatic mengarah ke depan saat pintu terbuka. “Hambatan di sisi kiri penumpang kami perkecil dengan posisi pintu membuka ke kiri dari arah masuk penumpang. Jika dibuat membuka ke kanan, maka di sisi kana nada tiang pintu pneumatic yang menghambat masuk, karena arah penumpang masuk di pintu depan adalah ke kanan,” ujar Jesse menjelaskan.


Di seputar area awal masuk penumpang ke dalam bus, faktor ketinggian ini bisa dirasakan. Ketinggian plafon di area pintu juga disesuaikan dengan ketinggian area kabin penumpang, sehingga penumpang bisa leluasa masuk tanpa harus menundukkan kepala. Di area ini, desain dashboard juga berperan memberikan keleluasaan. “Kami sudah membuat dashboard sendiri, kami buat tampilannya lebih modern. Permukaannya seperti kulit jeruk,” kata Jesse lagi.
Menurut Jesse, ada kepuasan tersendiri ketika tim desainer Karoseri Adiputro bisa mengatasi kesulitan membuat bus dengan posisi tempat duduk hingga kaca depan dalam konfigurasi satu lantai. Dia mengungkapkan, dudukan pengemudi harus sedikit diturunkan untuk memberikan ruang yang cukup bagi pengemudi. Di sisi lain, ada kebutuhan juga di bagian atasnya untuk memberikan ruang yang nyaman bagi penumpang di barisan terdepan. Jalan keluarnya, kata dia, tim desainer membuat lantai dudukan kursi di baris pertama sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan dudukan kursi di baris yang lain.

Kehadiran bus Ultra High Deck ini ditanggapi berbagai komentar warganet. Ada yang positif, namun tidak sedikit yang berpendapat menarik. Seperti halnya yang disampaikan akun @fadhilabyan.1002, “Terlalu tinggi sehingga mengerikan jika terkena angin, apalagi malam hari.” Ada juga akun @rafaa_milkita yang menulis, “Kurang praktis, karena pintu buka k depan.”

Soal ketinggian ini menurut Manager R&D Karoseri Adiputro, Eko Widianto mengungkapkan, ketinggian bus mencapai 4 meter, selisih sedikit dengan bus double-decker buatan mereka, yakni 4,15 meter. Menurut dia, dari sisi kestabilan, ketinggian bus masih aman untuk dibuat satu lantai. Prinsip rancang bangun bus double-decker sudah diterapkan pada bus UHD Jetbus 3+. “Sebetulnya tidak jauh berbeda dengan bus double-decker kami. Sejauh ini aman ya, dan kami membuat bus ini juga sudah sesuai dengan ketentuan pabrikan,” ujar dia.
Versi pertama dari awal sebuah tren model baru memang selalu diwarnai berbagai pertanyaan dan keheranan. Namun, bagi Jesse, apapun informasi yang masuk untuk Karoseri Adiputro akan sangat bagus bagi pengembangan model yang mereka rilis. Karena itu, Jesse mengaku sangat senang dengan beragam tanggapan yang masuk terhadap model UHD Jetbus 3+ itu.











