“Kami mencoba membuat sesuatu yang berbeda dengan menggunakan bus Mercedes-Benz OC 500 RF-2542. Kalau biasanya bus ini dibuat dalam layanan ber-AC, kami membuatnya dalam layanan Non-AC,” kata Direktur Operasional PT. Bintang Utara Putra, Anggi Sibarani kepada haltebus.com di sela-sela Pameran GIIAS tiga minggu lalu.
Banyak yang berpandangan, PT. Bintang Utara Putra seperti berlebihan, membuat bus Non-AC di atas chassis premium dari kelas tertinggi yang dipasarkan Mercedes-Benz di Indonesia. Namun, Anggi menjelaskan, pasar mereka saat ini lebih banyak dalam layanan Non-AC untuk jurusan Medan – Dumai. Di jalur ini, menurut Anggi, peminat untuk layanan Non-AC cukup banyak. Dia mengungkapkan, hanya perusahaannya yang konsisten dengan bus Non-AC dengan konfigurasi seat 2-2 dan dinamai kelas Economy Luxury.

Menurut Anggi, mereka harus mengatur strategi demi mempertahankan pelanggan sekaligus mengambil peluang angkut barang dengan bus Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 yang bisa mencapai panjang 13,5 meter. “Kalau bus kami yang OH-1626 hanya bisa memuat dua sepeda motor, sedangkan bus ini bisa mengangkut empat sepeda motor,” ujar Anggi membuat ilustrasi terkait bagasi yang bisa dimanfaatkannya.

Menurut Penanggungjawab Produksi Karoseri Tentrem, Yohan Wahyudi, mereka sengaja membuat tampilan berbeda untuk bus Avante milik PT. Bintang Utara Putra. Selain tampilan luar bus yang atraktif dengan warna dasar hitam diselimuti bintang kuning dan merah, di bagian dalam juga harus ada yang menarik. “Pengunjung yang dating ke stand kami hamper semuanya masuk ke dalam bus ini,” kata dia sambil menunjuk ke arah bus.

Anggi menjelaskan, untuk operasional sehari-hari, busnya akan diisi dengan 53 kursi berkonfigurasi 2-2. Harga tiket yang ditawarkan adalah Rp. 150 ribu, selisih Rp. 10 ribu jika dibandingkan dengan bus yang sudah ada saat ini. “Untuk yang bus Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 ini perkiraan, akan kami jual tiketnya sekitar Rp. 150 ribu, kalau yang OH-1626 yang ada sekarang Rp. 140 ribu,” kata Anggi.










