Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) pabrikan bus asal Belanda, Ebusco, yang fokus pada kendaraan listrik meraih penghargaan bergengsi untuk inovasi. Pada Senin (20/9/21) di Museum Louwman di Den Haag, Ebusco 3.0 dinyatakan sebagai pemenang Automotive Innovation Award. Dalam rilis yang diterima haltebus.com, Selasa (20/9/21), juri menilai inovasi pada produk Ebusco 3.0 memberikan kontribusi signifikan untuk perkembangan transportasi publik berkelanjutan dan terjangkau.

“Bersama-sama, kami telah bekerja sangat keras dalam beberapa tahun terakhir untuk mengembangkan bodi (karbon) komposit ringan ini, bus listrik. Penghargaan ini menghargai semangat dan dedikasi semua kolega saya, dan menunjukkan komitmen kami terhadap inovasi berkelanjutan,’’ kata CEO Ebusco, Peter Bijvelds.

Produk terbaru Ebusco, yakni Ebusco 3.0 tergolong model revolusioner. Bodi bus menggunakan bahan komposit serat karbon yang ringan. Bus menggunakan teknologi yang juga digunakan pada industri kedirgantaraan. Hal ini membuat Ebusco 3.0 menawarkan fitur bodi bus yang ringan. Dampaknya, dalam operasionalnya jangkauan jarak tempuh semakin signifikan untuk sekali pengisian daya dan waktu operasional bisa maksimal.

Ebusco 3.0 bus listrik masa depan/dok.ebusco.com

Pemberian Penghargaan Automotive Innovation Award/dok. ebusco.com

Ebusco menyatakan, tujuan utama mereka adalah menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik. Mereka berupaya membangun ekosistem transportasi yang aman, berkelanjutan, bebas emisi, dan terjangkau. “Dengan ini, Ebusco ingin mendorong transisi ke transportasi umum yang berkelanjutan,’’ emikian pernyataan mereka.

Bus dengan bodi komposit Ebusco 3.0 mulai diproduksi massal pada tahun 2021 ini dan pada tahun 2022 diharapkan sudah bisa diterima pembeli mereka. Salah satu operator bus terkemuka, Transdev yang beroperasi di Belanda telah memesan 39 unit Ebusco 3.0. Pemesanan itu sedianya akan dioperasikan di Gooi dan Vecht, Hilversum, di Belanda Utara.

Baterai di belakang bus/dok. ebusco.com

Plug in charger/dok. ebusco.com

Informasi di laman resmi Ebusco menyebutkan, Ebusco 3.0 lebih ringan 33 persen dari pendahulunya, Ebusco 2.2. Aplikasi teknis pada material bus, cukup signifikan mereduksi berat bus secara keseluruhan. Gross Vehicle Weight (GVW) hanya 8.530 Kg. Pada Ebusco 2.2 dengan kapasitas baterai 423 kWh, jarak tempuh mencapai 450 Km untuk sekali pengisian baterai. Sementara Ebusco 3.0 bisa menempuh jarak hingga 575 Km untuk sekali pengisian baterai selama operasional. Tenaga maksimum yang dihasilkan motor listri EBusco 3.0 mencapai 250 kW.

Mengandalkan baterai LFP (Lithium, Iron, Phospat), Ebusco bisa mereduksi biaya operasional (Total Cost Ownership – TCO) yang sangat jauh efisien dibandingkan bus diesel. Desain baru pada Sebusco 3.0 juga diklaim memberi ruang cukup luas untuk 95 penumpang, berkat lantai yang seluruhnya rata. Penumpang juga mendapat cahaya yang cukup dengan panoramic roof, yang dimungkinkan karena baterai ditempatkan di lantai, bukan di atap bus.

Ruang kabin penumpang Ebusco 3.0/dok. ebusco.com

Serat karbon komposit pada bodi Ebusco 3.0/dok. ebusco.com

Ebusco 3.0 parkir di Museum Louwman, Den Haag/dok. ebusco.com

Tidak hanya bodi bus yang ringan, Ebusco juga mengklaim Ebusco 3.0 bisa mencapai umur operasional hingga 25 tahun. Bodi komposit yang tergolong baru diaplikasikan pada bus, juga disebut rendah perawatan.

Keunggulan-keunggulan itu membawa Ebusco 3.0 meraih sederet penghargaan, sejak diperkenalkan 2019. Sebelumnya Ebusco memenangkan JEC Composites Innovation Award, Automotive Brand Contest dan Busworld Europe Innovation Label dengan Ebusco 3.0. Dengan penghargaan ini, Ebusco mendapat tempat di galeri kehormatan Automotive Innovation Award bersama pemenang edisi sebelumnya: Moby Park (2015), TomTom, NXP dan Dutch Green Carbon (2017) dan Punch Powertrain, Monotch dan Lightyear (2019). (naskah : mai/foto : dok. ebusco.com)

Banner Content

Related Article