Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) pabrikan baterai inggirs, Britishvolt menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT. Vektr Mobiliti Indonesia (VKTR) untuk membangun pengolahan nikel sulfat di Indonesia. Anak usaha PT. Bakrie Brothers Tbk yang menangani kendaraan listrik itu akan mendukung Britishvolt mengamankan rantai pasokan material teknologi baterainya. Di sisi lain VKTR juga membutuhkan mitra untuk dukungan teknologi baterai dalam pengembangan kemampuan produksi baterai di Indonesia hingga 150 GWh.

“Indonesia memiliki potensi besar yang belum pernah terjadi sebelumnya yang akan melihat aliran investasi global ke negara ini karena bertujuan untuk menjadi pemimpin dunia di panggung baterai internasional. Saya senang menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju net-zero, dan saya berharap dapat melihat hasil dari kemitraan ini dengan VKTR,” ujar CEO/Founder Britishvolt, Orral Nadjari dalam rilis resmi dari Northumberland, Inggris, Kamis (30/3/22).

Tahap pertama kerjasama antara VKTR dan Britishvolt akan fokus pada pembangunan fasilitas nikel sulfat di Indonesia. Para Pihak bermaksud untuk mengembangkan usaha patungan dengan nama perusahaan INDOVOLT BV VKTR. Rencana bisnis pada awalnya dan terutama akan fokus pada keamanan pasokan hulu untuk nikel melalui konversi sulfat dan sejalan dengan standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social and Governance -ESG) Britishvolt.

Kerja sama di tahap awal, VKTR dan Britishvolt membangun perusahaan bernama INDOVOLT BV VKTR/dok. britishvolt

VKTR dan Britishvolt kolaborasi pengembangan baterai kendaraan listrik/dok. britishvolt

VKTR akan mengamankan porsi pasokan nikel untuk Britishvolt dalam hal tonase dan waktu, yang harus dikonfirmasi dalam lima bulan ke depan. Usaha patungan itu untuk memastikan pasokan bahan baku baterai ke Gigaplant skala penuh pertama Britishvolt di Northumberland, Inggris.

Saat dunia beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan, baterai rendah karbon dan berkelanjutan akan menjadi inti peralihan yang sukses. Saat ini mengamankan pasokan bahan baku utama seperti nikel sulfat sangat penting. Indonesia adalah negara penghasil nikel terbesar di dunia dan dengan cepat membangun industri kendaraan listriknya sendiri. Kesepakatan ini akan mendukung komitmen net-zero 2060 yang ditargetkan.

“Saya juga bangga dapat membantu mewujudkan pasokan nikel yang aman ke Inggris pada saat bahan mentah menjadi sorotan seiring dengan semakin bertambahnya usia baterai. Rantai pasokan yang aman dan berkelanjutan sangat penting untuk transisi energi yang sukses,” kata Nadjari.

Sementara itu, Chairman and Founder Bakrie Centre Foundation, Anindya Bakrie menyatakan,  VKTR senang menandatangani MoU dengan Britishvolt. Dia berharap bisa berkolaborasi dengan pelopor baterai untuk mengembangkan rantai pasokan manufaktur baterai yang lebih ramah lingkungan. “Dukungan VKTR dalam kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen berpikir ke depan Grup Bakrie, di hari jadinya yang ke-80. Kami memulai babak baru yang berfokus pada 3C – tren Iklim, Covid-19, dan Modal (Climate,Covid-19 & Capital). VKTR akan membantu mendukung transisi energi di Indonesia, dalam perlombaan menuju nol,” ujar pria yang akrab disapa Anin.

VKTR dan Britishvolt sepakat membangun pengolahan nikel sulfat di Indonesia/dok. britishvolt

Anin menambahkan, VKTR ingin membangun transportasi listrik yang terintegrasi ekosistem baterai EV di pasar Indonesia. Tidak hanya bus dan mobil tetapi juga infrastruktur bertenaga baterai, melalui sinergi dengan perusahaan portofolio Bakrie & Brothers. Dia menyatakan, “VKTR memiliki keunggulan kompetitif yang unik dalam keamanan pasokan logam nikel hulu, konversi nikel sulfat, dan penyebaran bus listrik hilir baru-baru ini di pasar Indonesia.”

Kerja sama kedua perusahaan itu juga tak lepas dari pendekatan pemerintah kedua negara. Menurut Minister for Investment, DiT/BEIS Lord Gerald Edgar Grimstone terkait juga dengan kunjungan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia ke Inggris belum lama ini. Grimstone menyambut baik kerja sama itu. “Inggris memimpin jalan menuju nol emisi, dan bagian penting dari transisi industri otomotif kami adalah memastikan keberlanjutan di seluruh rantai pasokan dan masa pakai kendaraan listrik,” katanya.

Dia menambahkan, “Kolaborasi ini, menandai dimulainya rantai pasokan mineral penting yang berkelanjutan ke Gigaplant yang direncanakan Britishvolt di Northumberland. Ini akan mendukung pekerjaan, menaikkan level Inggris, dan meningkatkan produksi kendaraan listrik di Inggris untuk masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau.” (naskah : mai/foto : dok Britishvolt)

Banner Content

Related Article