(Jakarta – haltebus.com) Scania mencatatkan sejarahnya di Jakarta untuk bus bermesin gas berstandar Euro 6 pertama di dunia milik mereka di Jakarta. Di bulan terakhir Semester I tahun 2014 mereka memperkenalkan bus gandeng Scania K340IA/6×2-2. Sepanjang perjalanan sejarah bus ini, setidaknya tiga momen penting yang ditorehkan pada dinding bus. Catatan terakhir, bus istimewa dan satu-satunya bus Scania milik PT. Transjakarta bertenaga 340 HP itu dinobatkan sebagai bus para wanita, tepat di hari Kartini Kamis (21/4/16).

Ketua Penggerak PKK DKI Jakarta, Veronica Tan didampingi suaminya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama melepas secara resmi dua unit bus khusus perempuan yang beroperasi di Koridor Blok-M – Kota. “Kita harapkan bus ini enggak ada hubungannya dengan emansipasi wanita. Tapi lucu kan pas hari Kartini. Kita sadar di kota besar ini heterogen. Ada wanita yang risih berimpitan dengan pria. Bus ini tentu yang kita harapkan bisa membuat kita (perempuan) nyaman,” ujar Basuki saat mendampingi istrinya di Balaikota seperti dilansir merdeka.com.

Direktur Utama PT. Transjakarta, Budi Kaliwono, yang ikut melepas dua bus yang diresmikan hari itu menyatakan, pihaknya ingin mengajak perempuan untuk naik angkutan massal. Dia menargetkan, perempuan yang belum pernah menggunakan angkutan umum sehari-hari untuk memilih naik bus dengan warna dasar putih dan motif merah muda itu. Menurut dia, bus yang warnanya identik dengan perempuan menjadi sejarah baru dunia transportasi Indonesia karena baru pertama kali ini ada bus khusus perempuan.

Kru bus yang bertugas juga semuanya perempuan, satu pengemudi dan dua petugas jaga di dalam bus. “Saat ini baru dua unit bus gandeng yang dimodifikasi jadi bus khusus perempuan. Rencananya akan ditambah menjadi sepuluh unit karena pengguna Transjakarta itu banyak juga yang perempuan,” kata Budi.

Momen sejarah lain yang dilalui bus gandeng yang didatangkan pertama kali oleh PT. United Tractors adalah peresmian perubahan logo baru PT. Transjakarta. Bertempat di Monas, Senin, (10/11/14), logo baru PT. Transjakarta diluncurkan. Logo yang menurut Direktur Utama PT. Transjakarta saat itu, A.N.S Kosasih yang mencerminkan semangat memperbaiki pelayanan bisa diwujudkan seluruh jajaran BUMD yang resmi beroperasi di tahun 2014 itu.

Perubahan warna itu hanya berselang enam bulan sejak bus bermesin OC09 102 generasi terbaru mesin gas Euro 6 dari Scania diperkenalkan pada Mei 2014. Warna merah cenderung oranye dikombinasikan kuning yang disapukan ke bus yang dibuat Gemilang Coachwork Malaysia, berganti menjadi putih dengan motif biru muda, senada dengan logo PT. Transjakarta yang baru. Bus Scania K340IA/6×2-2 ini menjadi satu-satunya koleksi armada yang unik dengan segudang cerita.

Melewati masa yang panjang selama persiapan hingga akhirnya jalan di koridor Transjakarta. Rupanya setelah menghilang beberapa bulan dari peredaran, bus ikonik itu muncul kembali dengan warna baru dan tugas baru sebagai bus khusus perempuan. Ada dua tagline yang diusung : “Habis Gelap Terbitlah Terang” dan “These Girls Are Smart”.

“Habis gelap terbitlah terang mengandung harapan tim Transjakarta untuk bisa melayani lebih baik kepada pelanggan dan juga bisa menjadi ikon pelayanan terbaik yang diterima pelanggan juga. Sementara untuk These Girls Are Smart, itu ajakan agar perempuan menggunakan Transjakarta sebagai moda angkutan sehari-hari,” kata Budi Kaliwono bersemangat.

Dalam catatan haltebus.com, saat pertama dioperasikan di Koridor Blok-M – Kota bus bernomor lambung TJ187 ini menarik perhatian penumpang. Bukan hanya karena sosoknya yang tinggi ramping, melainkan saat dimasuki penumpang AC-nya terasa dingin. Ketika bus meluncur, guncangan bus juga tidak terlalu terasa walau sebagian besar Jl. Jend. Sudirman dan sebagian Jl. Thamrin tak nyaman akibat tengah dibangun Mass Rapid Transit (MRT).

Sangat berbeda dengan bus-bus Scania K320IA/6×2-2 yang datang berikutnya. Apa sebabnya? “Ukuran ban untuk bus pertama kami lebih lebar dindingnya dibandingkan dengan bus yang dibuat di Laksana,” begitu informasi yang diungkap salah seorang sumber haltebus.com.

Bus TJ 187 yang menjadi ikon PT. Transjakarta memiliki sejarah yang cukup tinggi. Baru kali ini terjadi satu bus dijadikan ikon tiga peristiwa penting yang terkait perjalanan sejarah PT. Transjakarta. Pendekatan baru yang diterapkan PT. Transjakarta bisa menjadi cara baru masyarakat Jakarta memandang alat transportasi. Ada pandangan, ketika sebuah benda mengandung nilai sejarah, maka banyak hal yang bisa diceritakan tentang benda itu. Jika sudah seperti itu, tentu nilai eksplisit dan implisit untuk benda yang bersejarah bisa tak terbatas.

Kepada haltebus.com, Dirut PT. Transjakarta pernah menyampaikan keinginannya untuk mendirikan museum Transportasi Jakarta. Tujuannya sederhana saja, “Agar warga Jakarta mengetahui sejarah transportasi kotanya dan mencintai transportasi.” (naskah : mai/foto : mai/dok. PT. Transportasi Jakarta)

Banner Content