(Jakarta – haltebus.com) Volvo Indonesia melalui PT. Indotruck Utama, Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia meluncurkan chassis bus Volvo berstandar Euro5. Bersamaan dengan momen kembali bus Volvo ke pasar Indonesia dalam rentang tiga tahun terakhir, Volvo dan Indotruck Utama menyusun strategi baru. Menawarkan produk Volvo yang berbeda dan merakit dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) serta menyebarluaskan pengalaman positif pemilik bus Volvo.
“Ini momen bersejarah. Pembukaan pabrik perakitan lokal di Indonesia menunjukkan komitmen kuat kami terhadap pasar bus Indonesia dan dukungan kami terhadap arahan pemerintah menuju sistem transportasi umum yang lebih hijau dan berkelanjutan dengan peningkatan standar emisi. Di Volvo, kepedulian terhadap lingkungan merupakan hal mendasar dalam menjalankan bisnis kami, dan peluncuran rangkaian produk Euro5 kami di Indonesia merupakan sebuah kemajuan dalam perjalanan efisiensi energi kami,” kata Direktur Volvo Buses Asia Pasifik Tengah, Mats Nilsson dalam rilis peluncuran bus Volvo Euro5, yang dilakukan di Jakarta, Senin (19/12/22).
Presiden Direktur PT. Indotruck Utama (ITU), Bambang Prijono mengungkapkan, Volvo sudah memutuskan untuk menghadirkan teknologi Euro5 untuk memenuhi standar emisi yang ditetapkan pemerintah. Sejak April lalu, pemerintah Indonesia melarang pembuat kendaraan memasarkan produk yang menghasilkan emisi di bawah standar Euro4.
“Standar yang ditetapkan pemerintah minimal Euro4, kami menghadirkan teknologi Euro5. Mengapa? Karena basic engine yang kami gunakan Euro3 kemudian kami mengaplikasikan SCR hanya dengan menambah AdBlue dalam katalis. Sebetulnya Euro3, Euro4 dan Euro5 sama, hanya tingkat kandungan adblue-nya saja,” katanya.
Volvo Indonesia menawarkan tiga varian Euro5 untuk tiga kebutuhan berbeda pelanggan di Indonesia. Volvo B11R 6×2 dengan konfigurasi 3axle menjadi varian tertinggi dengan tawaran tenaga hingga 450 HP. Ada dua tipe yang ditawarkan, yakni Volvo B11R dengan 370 HP bertransmisi otomatis dari ZF 6AP2000B (6 speed) untuk bus kota maxi seperti yang saat ini beroperasi di Transjakarta. Sementara B11R dengan 450 HP yang dilengkapi transmisi Volvo I-Shift AT2412G (12 speed) – Intercity untuk bus antara kota dan pariwisata. Pada kedua versi Volvo B11R sudah dilengkapi retarder hidrolis.
Untuk chassis B11R ini, Volvo masih mengandalkan mesin Volvo D11C-370 dan Volvo D11C-450, keduanya enam silinder segaris berkapasitas 10.800 cc. Pada mesin dengan output 370 HP, torsi maksimal 1770 Nm. Sedangkan untuk mesin dengan output 450 HP torsi maksimalnya 2150 Nm. Ada juga peningkatan tenaga mesin dari 430 HP di versi B11R Euro3 menjadi 450 HP di versi B11R Euro5. Mesin DC11 ini sudah bisa diaplikasikan untuk bahan bakar biodiesel B30. Kapasitas tangki bahan bakar 3×150 liter dan untuk Ad Blue 60 liter.
Sementara untuk Volvo B8R, ada dua varian yakni B8R berlantai tinggi untuk kebutuhan antar kota dan pariwisata dan B8RLE berlantai rendah untuk kebutuhan bus perkotaan. Tak seperti bus maxi Volvo B11R yang dibedakan untuk kebutuhan bus kota dan antar kota/pariwisata, untuk dua varian Volvo B8R sama-sama bertenaga 330 HP dan mesin Volvo D8A 330 berkapasitas 7.700 cc dengan torsi maksimum 1200 Nm. Pada aplikasi bus kota Volvo B8RLE dan Volvo B8R, transmisi yang digunakan adalah ZF 6AP1200C enam percepatan yang dilengkapi retarder hidrolis.
“Untuk B8R dengan 330 HP ini kami membuka segmen baru di pasaran. Sebelumnya kami ada B7R dengan 285 HP. Nah sekarang penggantinya B8R dengan 330 HP,” akata Chief Operating Officer PT. ITU, Eka Lovyan.
Yang disampaikan Eka sebetulnya bukan hal yang terlalu baru. Sebab ,di awal tahun 2000 PT. ITU pernah memasarkan Volvo B7R 4×2 ber-chassis ladder frame, bertenaga 285 HP, yang terbesar dikelasnya dan sudah dilengkapi retarder. Saat ini, Volvo B8R 4×2 hadir dengan chassis space frame, bertenaga 330 HP yang juga dilengkapi retarder yang akan mengisi kelas 16 ton. Namun, Volvo B8R 4×2 330HP tetap menarik perhatian pengusaha bus yang hadir dalam peluncuran.
Mulai chassis bus Volvo Euro5 baru, PT. National Assembler akan merakit seluruh chassis bus Volvo yang dipasarkan di Indonesia. PT. National Assembler adalah bagian dari Indomobil Group yang juga menjadi induk PT. ITU.
Di awal tahun 2022, seluruh tim teknisi PT. National Assemblers menyelesaikan program transfer kompetensi dan pembelajaran selama seminggu penuh di pabrik Volvo Buses di Boras, Swedia. Tim ini diberi kesempatan untuk berlatih secara langsung, baik secara teori maupun praktek. Saat memulai perakitan di Indonesia, tim Volvo Buses dari Boras, ikut mengawati kegiatan produksi untuk memastikan transfer kompetensi dan perakitan dilakukan dengan benar sesuai dengan standar Volvo.
“Tim kami di National Assemblers mengikuti pelatihan lanjutan untuk merakit fitur-fitur baru yang terhubung dengan spesifikasi Euro V. Pelatihan khusus juga diberikan untuk penguji jalan dan auditor produk untuk memastikan bahwa standar tertinggi tetap dipertahankan selama proses perakitan dan kontrol kualitas,” jelas Bambang.
“Kualitas adalah salah satu nilai inti Volvo, yang juga menjadi dasar dari semua yang kami lakukan di Grup Indomobil mulai dari desain, pembuatan, dan pengujian kendaraan kami, hingga servis, suku cadang, dan orang-orang, yang mendukung pelanggan dan mitra bisnis,” katanya lagi.
Perakitan di Indonesia menawarkan harga yang kompetitif untuk pelanggan. “Kebutuhan perakitan lokal juga muncul untuk mengurangi bea masuk yang diterapkan pada impor penuh. Hal ini memungkinkan Volvo untuk menawarkan teknologi yang lebih bersih dengan cara yang lebih kompetitif,” ujar Country Manager Volvo Buses Indonesia, Harry Iskandar. (naskah : mai/foto : mai/dok. indotruck utama)














