(Jakarta – haltebus.com) PT Mercedes-Benz Indonesia, mencatat penjualan bus di semester I 2011 sebanyak 472 unit. Angka ini, meningkat lima persen dibanding periode yang sama di tahun 2010. ”Pada segmen kendaraan komersial, bus Mercedes-Benz sukses mempertahankan pangsa pasar sebesar 52 persen sampai Juli 2011,” kata Deputy Director Marketing PT. Mercedes-Benz Indonesia Yuniadi Hartono, Senin, (15/8/11).
Dalam rilis awal tahunnya, CEO PT. MBI Rudy Borgenheimer menargetkan penjualan bus tahun 2011 meningkat 55 persen dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 786 unit. Pencapaian penjualan hingga bulan Juli 2011 sebesar 472 unit ini lebih dari 50 persen dari lebih penjualan tahun lalu dan mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2010 yakni 436 unit. Namun, angka ini masih sekitar 30-40 persen dari target penjualan 2011 yang ditetapkan yakni 1218 unit.
Meski demikian, Yuniadi menyatakan, secara keseluruhan kepercayaan konsumen terhadap produk Mercedes-Benz masih sangat tinggi. Ini bisa dilihat dari penguasaan pangsa pasar di kelas kendaraan komersial kategori III yang mencapai 52 persen.
Sayangnya Yuniadi tidak merinci tipe bus yang didominasi penjualan di semester pertama 2011. Berdasarkan pengamatan haltebus.com, yang banyak beredar di pasar masih produk bus tipe OH-1526 yang diluncurkan tahun 2010 lalu. Sedangkan dua produk yang diperkenalkan tahun 2011 yakni tipe OH-1626 dan OH-1830 masih belum diluncurkan ke pasar. Informasi yang diperoleh haltebus.com menyebutkan 44 unit OH-1626 sudah dipesan dan dalam proses pembuatan karoseri, sedangkan chassis OH-1830 baru hadir satu unit beberapa minggu ini. ”Setelah lebaran ini kami akan meluncurkan produk OH-1626. Memang ada beberapa unit yang sudah selesai dibuat di karoseri,” kata Yuniadi.
Bus tipe OH-1626 dan OH-1830 adalah generasi pertama yang dipasarkan PT MBI dengan berplatform chassis spaceframe, atau dikenal dengan chassis monocoque. Chassis spaceframe memungkinkan bagasi yang lapang pada bus. Selain itu bus-bus dari kedua tipe ini juga sudah dilengkapi suspensi udara yang terpasang pada chassis. Kebanyakan bus-bus bersuspensi udara yang beroperasi, di Indonesia adalah hasil modifikasi, kecuali yang berlisensi Neoplan.(mai/foto : istw – CKP)










