(Jakarta – haltebus.com) Memasuki H-6 Idul Fitri 1432 Hijriah, jajaran Kementrian Perhubungan dan Dinas Perhubungan di berbagai daerah mengintensifkan pengawasan terhadap pengemudi bus. Berbagai macam tes dilakukan untuk menekan angka kecelakaan akibat kondisi fisik pengemudi bus terganggu. Tes ini mulai dilakukan sejak kemarin lalu

Di Jakarta, petugas memeriksa 85 pengemudi bus di Terminal Kampung Rambutan dan Pulogadung. Pemeriksaan ini hanya memakan waktu 5 – 10 menit dengan peralatan laboratorium mobile. Fokus pemeriksaan adalah untuk mengantisipasi pengemudi bus yang meminum minuman keras. ”Sebab bila sopir bus meminum minuman keras akan mengganggu kenyamanan para pemudik dan dapat memicu kecelakaan lalu lintas,” kata Koordinator Pemeriksaan Faktor Risiko Pada Pengemudi Budi Raharjo, seperti dilansir okezone.com Selasa (23/8/2011).

Budi menjelaskan dalam pemeriksaan tidak ditemukan pengemudi yang meminum minuman keras. Namun ada seorang pengemudi bus yang tekanan darahnya meninggi. Diduga si pengemudi kelelahan. Untuk menghindari resiko kecelakaan di jalan, Budi mengatakan, si pengemudi diminta beristirahat karena di umur 50 tahun tekanan darahnya mencapai 180.

Di Terminal Purabaya Surabaya, republika.co.id melaporkan Dishub bekerja sama dengan Dinkes dan Dokkes Polda mengadakan tes kesehatan terhadap 109 pengemudi. Tes itu meliputi tes tekanan darah, tes urin dan tes alkhohol yang difokuskan pada pengemudi bus malam. Menurut Kepala UPTD terminal Purabaya, May Ronald tes kesehatan menjadi indikator kondisi kesehatan para awak bis karena terkait keselamatan penumpang. ”Tes kesehatan untuk para sopir tersebut sebagai upaya lain untuk mengetahui kesiapan para awak bis sehubungan dengan Angkutan Lebaran 2011,” katanya.

Di Yogyakarta, Dirjen P2PL Kemenkes Tjandra Yoga meninjau tes kesehatan pengemudi bus di Terminal Giwangan. kompas.com melaporkan, tes terhadap para pengemudi ini meliputi tes tekanan darah, tes alkohol, tes gula darah dan tes urine untuk mengetahui penggunaan narkoba. ”Bagi pengemudi yang diketahui kurang sehat, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi maka diperintahkan untuk diganti pengemudi yang lain,” kata Tjandra.

Sejauh ini belum ditemukan pelanggaran serius, seperti penggunaan narkoba dan minuman keras selama tes kesehatan. Tahun lalu, dari hasil tes urine tiga pengemudi bus di Terminal Lebakbulus diketahui mereka menggunakan narkoba selama musim angkutan lebaran.(mai)

Sumber : berbagai sumber/ suarasuabaya.net (foto)

Banner Content