Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) Flixmobility meluncurkan bus biogas pertama dengan rute internasional di bawah bendera Flixbus. Langkah ini diambil dalam rangka visi perusahaan itu yakni mobilitas antar moda berkelanjutan untuk masa depan yang lebih hijau. “Kami memastikan kebangkitan perjalanan berkelanjutan, dan biogas tentu saja merupakan salah satu teknologi terpenting untuk mencapai hal ini saat ini,” ujar Co-Founder dan CEO FlixMobility, André Schwämmlein.

Mulai 1 Juli 2021, Flixmobility mengoperasikan armada Flixbus untuk rute Amsterdam (Belanda) – Brussel (Belgia) dan Stockholm (Swedia) – Oslo (Norwegia). Bus yang dioperasikan berbagan bakar gas yang berasal dari biogas. Pengoperasian bus ini menjadi kolaborasi yang signifikan dari Flixmobility untuk mengejar transportasi bebas emisi yang berbasis ramah lingkungan di masa depan.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam rute komersial Flixbus itu. Bus antara Belanda dan Belgia diproduksi oleh Iveco menggunakan (Bio-CNG) biogas yang terkompresi. Sedangkan bus yang beroperasi antara Swedia dan Norwegia adalah Scania berbahan bakar biogas cair (LBG). Untuk memastikan bahwa bus-bus ini hanya mengisi bahan bakar biogas yang paling ramah iklim, FlixBus bermitra dengan penyedia gas OG (OrangeGas) dari Belanda dan Gasum yang beroperasi di Skandinavia.

Biogas/Flixbus

Green Bus/Flixbus

“Setelah 1,5 tahun terakhir yang berat, semakin banyak orang mulai bepergian lagi dan permintaan untuk perjalanan bus meningkat. Teknologi hijau adalah inti dari bisnis kami dan salah satu pendorong utama keberlanjutan kami,” kata Schwämmlein.

Flixmobility yakin, biogas sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi emisi secara signifikan. Mereka mengklaim, Flixbus sudah menjadi sarana transportasi reguler paling ramah iklim di banyak negara. Biogas yang menjadi energi terbarukan, bagi mereka, menawarkan peluang besar untuk lebih mengurangi jejak CO2 dari perjalanan transportasi publik. Kedua, teknologi yang dibutuhkan untuk implementasi biogas tersedia di sebagian besar rute Eropa yang dioperasikan Flixbus.

Ketersediaan biogas akan meningkat dengan cepat di seluruh Eropa, terutama karena Uni Eropa memutuskan untuk menyediakan titik pengisian bahan bakar untuk gas. Stasiun bahan bakar yang ada di sepanjang jaringan jalan utama Eropa (TEN-T). Flixmobility menyatakan, dari mencoba bahan bakar alternatif di proyek yang berbeda, mereka berencana untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik. Terutama  tentang bagaimana teknologi dirasakan oleh tidak hanya mitra operator bus dan pelanggan, tetapi juga mengeksplorasi kendala operasional, keuntungan, dan dampak potensial pada biaya operasional.

Flixbus juga memastikan kedua bus ini, Iveco dan Scania, bisa bergabung dalam layanan armada FlixBus. Mereka memastikan memilih rute biogas terbarukan, yang ramah iklim, sudah tersedia. Flixmobility juga bekerja sama dengan IVECO dan Scania dalam merombak model bus biogas yang ada agar mereka bisa menawarkan kenyamanan lebih dalam perjalanan panjangnya.

Flixbus Team/IVECO

Long Distance Vehicle/Scania

“Visi kami adalah menawarkan mobilitas yang berkelanjutan kepada semua orang. Itulah sebabnya hari ini, dan, di masa depan, kami akan menjadi salah satu yang pertama mencoba teknologi baru yang berkelanjutan. Bersama dengan mitra bus, industri, dan LSM kami, kami terus berupaya untuk lebih meningkatkan jejak CO2 kami dan terus mendorong perubahan transformatif di sektor mobilitas melalui kemitraan lintas sektor,” ujar Schwämmlein menambahkan.

Scania, dalam keterangannya secara terpisah menyebutkan, teknologi telah dikembangkan untuk mendinginkan biogas hingga sekitar minus 160 derajat Celcius. Pendinginan pada suhu tersebut membuat gas menjadi cair dan lebih padat energi. Hal itu membuka kemungkinan penggunaan gas antara lain untuk transportasi heavy duty, baik melalui darat maupun laut. “Sebagai bus jarak jauh pertama yang ditenagai oleh biogas, ini mungkin merupakan solusi bus paling berkelanjutan saat ini,” kata Head of Scania Customer Unit, Johan Ekberg.

Manfaat biogas cair banyak: bebas fosil, terbarukan, diproduksi secara lokal dan mengurangi emisi. Dengan beralih ke biogas cair yang diproduksi secara lokal sebagai bahan bakar pada bus atau truk jarak jauh, operator mengurangi dampak iklim mereka sendiri dan pelanggan mereka hingga lebih dari 90 persen. Kualitas udara secara umum juga dipengaruhi secara positif oleh pengurangan emisi partikel dan nitrogen oksida (NOx), dan kendaraan yang lebih tenang menguntungkan pengemudi dan penumpang, dan masyarakat pada umumnya.

Biogas Station/Flixbus

IVECO/Flixbus

Beragam hal yang dibutuhkan juga diverifikasi LSM iklim yang menjadi mitra Flixmobility. Untuk strategi iklim dan penyeimbangan CO2 masa depan, mereka terlibat untuk melakukan verifikasi asal biogas dan memastikan Flixbus menerima gas yang paling ramah lingkungan. Menurut Flixmobility, perhitungan awal mereka menunjukkan pengurangan CO2 sekitar 75 persen jika dibandingkan dengan operasi diesel. Khususnya, pada rute antara Amsterdam dan Brussel dan antara Stockholm dan Oslo.

Sementara itu, Sustainability Director Scania AB, Jonas Strömberg menyebutkan, Biogas bukan hanya bahan bakar dengan emisi CO2 terendah tetapi juga memecahkan masalah limbah lokal. Pengolahan biogas, kata dia, menciptakan lapangan kerja lokal dan membawa karbon dan nutrisi kembali ke tanah. Apalagi saat ini, 17 persen jaringan gas Eropa adalah biogas, dan meningkat pesat, secara aktif berkontribusi pada pengurangan emisi CO2. Di jaringan gas kendaraan Swedia, pangsa biogas mengejutkan yakni 95 persen.

“Biogas akan menjadi salah satu alat utama untuk dekarbonisasi transportasi heavy duty – terutama untuk operasi jarak jauh seperti antar kota dan pengangkutan jarak jauh. Setengah dari armada gas heavy duty Eropa dapat ditenagai oleh biogas pada tahun 2025,” ujar Jonas.

Go Green/Flixbus

IVECO

Dalam pernyataannya, Flixmobility mengatakan, bus biogas ini hanyalah tambahan terbaru untuk armada Flix yang berkelanjutan. Pada tahun 2018, FlixBus mulai menguji coba bus jarak jauh berbasis listrik pertama di dunia, yakni di Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat.

Pada akhir 2019 Flixmobility mengumumkan kolaborasi dengan perusahaan teknologi Jerman, Freudenberg, untuk membangun bus hidrogen jarak jauh pertama. Bus direncanakan beroperasi antara London dan Dortmund dilengkapi dengan panel surya yang memungkinkan bus menghemat sekitar tujuh persen bahan bakar di rute ini. Semua FlixTrains (kereta yang dikeloloa Flixmobility) juga didukung oleh 100 persen listrik ramah lingkungan. “Untuk mempercepat proses, kami mengandalkan perhatian politik, investasi, dan insentif kebijakan yang tepat untuk mengembangkan lebih banyak bahan bakar dan infrastruktur alternatif,” kata Schwämmlein. (naskah : mai/foto : dok. Flixmobility/Iveco Bus/Scania)

Banner Content

Related Article