(Jakarta – haltebus.com) Tiga pabrikan kendaraan komersial di Eropa, Daimler Truck, TRATON Group dan Volvo Group sepakat membangun usaha bersama untuk memperluas jaringan listrik pengisi baterai di seluruh Eropa. Ketiganya menandatangani perjanjian mendirikan perusahaan patungan (Join Venture-JV) yang akan menangani instalasi, pengoperasian dan perawatan jaringan charging station untuk baterai heavy duty truck jarak jauh. Mereka sepakat menyukseskan target Eropa untuk mewujudkan transportasi bebas emisi paa 2050.

“JV yang direncanakan – yang akan dimiliki secara merata oleh ketiga pihak – dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2022 setelah selesainya semua proses persetujuan peraturan,” demikian pernyataan bersama yang dirilis laman Daimler Truck, Kamis (16/12/21).

Para pihak berkomitmen menginvestasikan € 500 juta, sejauh ini menjadi investasi infrastruktur charging terbesar di industri heavy duty truck di Eropa. Mereka sepakat menargetkan membangun dan mengoperasikan setidaknya 1.700 titik instalasi  high-performance charging station bebas emisi.  Rencananya titik instalasi akan memilih area dekat jalan raya, di titik logistik dan daerah tujuan heavy duty truck dalam waktu lima tahun sejak pendirian JV.


Martin Daum Daimler Truck, Christian Levin TRATON Group and Martind Lunstedt Volvo Group : Komitmen kami adalah tindakan/dok. daimlertruck.com

Truk jarak jauh Scania Electric siap menjelajah Eropa dengan dukungan jaringan high-performance charging station/dok. traton.com

Perusahaan bersama pengisian ini juga mendapat kesempatan mencari mitra tambahan serta pendanaan publik untuk mempercepat targetnya. JV ini rencananya beroperasi di bawah identitas perusahaan tersendiri dan berbasis di Amsterdam, Belanda. “JV masa depan akan dapat membangun instatasi sesuai pengalaman dan pengetahuan yang luas dari mitra pendiri dalam hal pengoperasian heavy duty truck,” begitu pernyataan bersama mereka.

CEO Daimler Truck Martin Daum mengatakan, pengumuman penandatanganan ini adalah berita baik bagi industri transportasi dan masyarakat. Kerja sama mereka, kata dia, menegaskan komitmen kuat semua pihak yang bekerja sama untuk mewujudkan truk bebas CO2.

“Sungguh luar biasa bahwa tiga pesaing sengit di bidang truk dan teknologi kendaraan mengambil tindakan bersama untuk mulai membangun infrastruktur pengisian daya yang dibutuhkan. Bersama dengan Volvo Group dan TRATON GROUP, kami ingin mengirimkan sinyal yang jelas kepada semua pemangku kepentingan terkait untuk mengikuti jejak kami dan bertindak sekarang,” ujar Daum.

Ketiga perusahaan kendaraan komersial global itu melihat kerja sama mereka sebagai terobosan bagi industri transportasi dalam mengurangi emisi karbon. Kerja sama itu juga berdampak bagi industri lain dalam hal mendapatkan keuntungan yang mengiringinya. Dalam laporan Asosiasi Industri Otomotif Eropa (Association des Constructeurs Européens d’Automobiles-ACA) yang dipublikasi Mei 2021 dibutuhkan sedikitnya 15 ribu titik high-performance charging station umum paling lambat tahun 2025. Pada 2030 diharapkan sudah terbangun hingga 50 ribu titik pengisian daya kinerja tinggi paling lambat tahun 2030.

MAN salah satu produk TRATON Group saat ujicoba platooning otonom/dok. traton.com

Mercedes-Benz eActros, truk listrik andalan Daimler Truck AG/dok. daimlertruck.com

Karena itu, kerja sama Daimler Truck, TRATON Group dan Volvo Group menjadi awal untuk mengajak sesama pelaku industri, pemerintah dan pembuat kebijakan, untuk bersama-sama mencapai target itu. Perluasan jaringan charging station sangat diperlukan untuk mencapai target iklim yang dicanangkan Eropa. Jaringan charging station mereka terbuka dan dapat diakses oleh semua kendaraan komersial di Eropa, apa pun mereknya.

CEO TRATON Group Christian Levin mengungkapkan, TRATON Group bersama dengan merek Scania dan MAN, serta industri kendaraan komersial secara bersama menjadi bagian dari membangun solusi CO2-netral.

“Kolaborasi dengan pesaing kuat seperti Daimler Truck dan Volvo Group mungkin tampak tidak biasa. Namun, topik ini sangat penting dan kerja sama yang unik ini akan membuat kita lebih cepat dan lebih berhasil dalam memberikan tindakan transformasi yang diperlukan untuk mengatasi perubahan iklim. Usaha patungan kami akan menjadi dorongan kuat untuk terobosan cepat truk dan coach (bus jarak jauh) listrik baterai, solusi transportasi yang paling efisien dan berkelanjutan,” ujar Levin.

Dalam kerja sama itu, ketiganya sepakat akan berfokus pada kebutuhan pelanggan, sementara untuk aplikasi yang berbeda akan dipertimbangkan kemudian. Operator armada kendaraan listrik berbasis baterai akan dapat memanfaatkan fast charging yang tersedia dalam jaringan mereka. Pengisian cepat yang disesuaikan dengan periode istirahat wajib 45 menit di Eropa pada transportasi jarak jauh. Ini menjadi prioritas tertinggi JV di masa depan dan juga kebutuhan charging semalaman.

Daimler Truck, TRATON Group dan Volvo Group tandatangani perjanjian joint venture untuk high-performance charging network Eropa/daimlertruck.com

Volvo menyiapkan beragam varian untuk listrik berbasis baterai/dok. volvotruck.com

President & CEO Volvo Group Martin Lundstedt menyatakan, mereka tak sekedar berkomitmen secara lisan tetapi sudah dalam tindakan nyata. Menurut dia, kemitraan inovatif seperti ini akan memungkinkan perubahan yang sangat dibutuhkan yang menguntungkan pelanggan Volvo dan seluruh industri transportasi. Dia menegaskan, kerja sama ini merupakan tonggak sejarah dalam transformasi menuju transportasi bebas fosil. Terobosan ketiga pabrikan itu, juga menunjukkan komitmen Volvo Group untuk mencapai emisi gas rumah kaca net-zero pada tahun 2040 dan operasional armada bebas emisi paling lambat pada tahun 2050

“Kami beralih dari kata ke tindakan, dan usaha patungan yang direncanakan dengan Daimler Truck dan TRATON Group ini merupakan langkah penting dalam membentuk dunia yang ingin kami tempati,” kata Lundstedt

Meski mereka menjalin kemitraan dalam membangun perusahaan bersama untuk jaringan listrik, baik Daimler Truck, TRATON Group dan Volvo Group sepakat mempertahankan kompetisi. Mereka tetap bersaing dalam hal penjualan dan menghadirkan model serta teknologi kendaraan terbaru masing-masing. Bahkan, Daimler Truck dan Volvo Group juga memiliki usaha patungan untuk membangun perusahaan hydrogen fuel cell, juga tetap mempertahankan kompetisi. (naskah : mai/foto : daimlertruck.com/volvotruck.com/traton.com)

Banner Content

Related Article