Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) TRATON Group memantapkan diri mengambil Langkah menuju kendaraan listrik berbasis baterai sebagai langkah strategis mereka. Pernyataan ini disampaikan Traton di Munich Senin (7/2/22) menyusul analisis Fraunhofer Institute for Systems and Innovation (ISI) Research. “Kami senang dengan kejelasan hasil analisis, meskipun itu tidak mengejutkan kami. Ini sekali lagi menegaskan strategi TRATON Group untuk fokus pada penggerak baterai-listrik untuk kendaraan komersial kami,” ujar Chief Technical Officer TRATON Group, Catharina Modahl-Nilsson.

Dalam penelitian itu, Coordinator of Business Unit Energy Economy Fraunhofer ISI Research, Dr. Patrick Plötz mengungkapkan, hidrogen tidak mungkin memainkan peran utama dalam transportasi jalan raya, bahkan untuk truk heavy duty. Kecepatan perkembangan teknologi kendaraan listrik berbasis baterai, menurut dia, lebih tinggi dibandingkan yang berbasis hidrogen. Dia mengungkapkan, saat truk hidrogen diproduksi pada 2027, sudah ada lebih dari 100 model truk listrik yang berdar di pasar.

Pengembangan teknologi yang berlomba dengan target dunia untuk bebas emisi. Khusus di Eropa, dia menjelaskan, ada kesempatan yang luas untuk perkembangan truk/bus jarak jauh. Peraturan di Eropa mewajibkan pengemudi kendaraan komersial jarak jauh beristirahat setiap 500 km dalam waktu minimal 45 menit. Artinya minimal setiap 4,5 jam perjalanan atau sekitar 400 km kendaraan harus berhenti.

Perbandingan biaya operasional, menjadi kunci percepatan elektrifikasi kendaraan komersial/traton.com

TRATON Group menyatakan sangat mempertimbangkan total cost ownership dalam memilih teknologi jangka panjang/traton.com

“Pengisian listrik 400 km dalam 45 menit untuk truk jarak jauh berarti 800 kW rata-rata pengisian. Saat ini standar fast-charging memungkinkan hingga 350 kW. Tetapi standar charging system dengan daya Megawatt masih dikembangkan, seharusnya bisa mencapai daya hingga 2 MW. Diharapkan bisa tersedia pada 2022, dengan target menjadi standar pada 2023. Pabrikan truk didorong untuk membangun charging network di Eropa dan lokasi potensial megawatt fast charging sedang disiapkan,” katanya seperti dikutip dari rechargenews.com.

Dia menambahkan, dalam rancangan proposal infrastruktur electric charging di Eropa, diusulkan high-performance charging tersedia di setiap 50 km, khususnya di jaringan jalan raya utama.  Plötz yang sudah meneliti transport yang bersih, bebas emisi, sejak 2011 menekankan, Total Cost Ownership (TCO) baterai lebih rendah. Sementara TCO untuk truk hydrogen fuel cell lebih tinggi. “Untuk truk, operating cost sangat penting daripada biaya operasional pada mobil,” ujarnya lagi.

Meskipun begitu, Plötz tidak menampik teknologi hydrogen fuel cell bisa diaplikasikan di daerah-daerah terpencil. Hanya saja pertanyaan besarnya, apakah daerah-daerah terpencil itu mampu membangun infrastruktur hydrogen.

Modahl-Nilsson menyambut baik hasil penelitian. Dia mengatakan, dalam lalu lintas truk, terutama rute jarak jauh, truk pure electric dalam banyak kasus akan menjadi solusi yang lebih murah dan lebih ramah lingkungan. “Ini karena truk hidrogen memiliki kelemahan yang menentukan: hanya sekitar seperempat dari energi keluaran yang mengalir ke driveline, tiga perempat hilang. Dengan truk elektrik, rasionya dibalik,” katanya.

Eropa mengejar target elektrifikasi transport menuju bebas emisi, dimulai 2030/dok. traton.com

Scania 25 P BEV 6×2 bulk transport, truk jarak jauh Eropa diwajibkan beristirahat sebelum jarak tempuh tercatat 500 km/dok. traton.com

TRATON Group menyebut, jumlah hidrogen hijau yang diharapkan terbatas, bahkan harus diimpor dalam skala besar. Sementara di sisi lain, hidrogen harus tersedia untuk industri yang membutuhkan banyak energi. Permintaan dari industri Eropa saja, misalnya pabrik baja, secara besar-besaran melebihi total kapasitas produksi hidrogen hijau yang saat ini direncanakan untuk UE untuk tahun 2030.

Manajemen TRATON Group menilai keuntungan dari biaya yang dikeluarkan dalam operasional truk listrik berbasis baterai adalah kunci untuk peralihan cepat menuju elektrifikasi transportasi. Biaya bahan bakar dan energi merupakan bagian terbesar dari TCO untuk kendaraan komersial. Semakin baik kendaraan digunakan, semakin intensif, lebih lama dan lebih teratur digunakan, semakin besar keuntungan biaya energi dari truk listrik. “Secara keseluruhan, truk listrik heavy duty di Eropa kemungkinan akan mengungguli truk diesel konvensional dalam hal total biaya pada awal tahun 2025. Namun, ini membutuhkan infrastruktur pengisian cepat di seluruh wilayah, di Eropa untuk waktu istirahat 45 menit,” demikian pernyataan TRATON Group.

Dalam kesempatan itu Modahl-Nilsson menjelaskan, yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan politik untuk mencapai penghematan CO2 besar-besaran dengan cepat.  Karena itu, pengembangan jaringan high performance charging station untuk truk listrik harus segera didorong, tentunya dengan dukungan pemerintah.

TRATON Group baru menandatangi kerja sama dengan dua pabrikan kendaraan komersial Eropa untuk membangun jaringan high performance charging di seluruh Eropa/traton.com

Traton Group memiliki empat merek kendaraan komersial terkemua di dunia, yang siap menyambut era kendaraan komersial listrik/dok. traton.com

Dr Andreas Kammel  penanggungjawab strategi untuk penggerak alternatif dan sistem kemudi otonom di TRATON Group  menyatakan, bagi mereka efektivitas biaya truk listrik pada rute jarak jauh adalah pemicu paling penting untuk masa depan bebas emisi. Dia berharap, pada tahun 2030, 50 persen dari penjualan baru termasuk truk listrik jarak jauh. “Asalkan infrastruktur charging tersedia. Ini tidak mungkin gagal karena ketahanan jaringan listrik truk kami sebagian besar memuat pada tengah hari dan malam hari, ketika permintaan dan harga sangat rendah,” katanya yakin.

Ada tiga merek kendaraan komersial terkemuka yang bernaung di bawah bendera TRATON Group. Ada bus dan truk Scania, bus, truk dan van dari MAN dan bus Neoplan yang beroperasi di Eropa. Ada juga Volkswagen truk yang sebagian besar beroperasi di Amerika Selatan, ada juga Volkswagen van yang tersebar di seluruh dunia. (naskah : mai/foto : traton.com)

Banner Content

Related Article