(Jakarta – haltebus.com) MAN Truck & Bus menyerahkan 10 unit truk listrik MAN eTGX dari 150 truk listrik yang dipesan penyedia logistik, DB Schenker, di pabrik MAN Truck & Bus di Munich akhir Januari lalu. Penyerahan ini adalah bagian dari pemesanan pertama sebanyak 100 MAN eTGX. Saat penyerahan gelombang pertama, ada pula penandatanganan perjanjian antara MAN Truck & Bus dan DB Schenker untuk penambahan 50 unit MAN eTGL 12 ton yang bisa dipesan mulai April 2025.
“Kami sangat bangga bahwa sepuluh MAN eTGX pertama sekarang digunakan logistik harian DB Schenker. Dekarbonisasi berkelanjutan dalam transportasi barang adalah tujuan bersama kami. MAN eTruck baru tidak hanya bebas CO2, tetapi juga memenuhi beragam persyaratan pelanggan kami. Fakta bahwa DB Schenker juga ingin mengandalkan MAN untuk transportasi distribusi dengan eTGL menegaskan bahwa portofolio eTruck kami menawarkan solusi yang tepat untuk setiap sektor transportasi,” begitu Anggota Dewan Eksekutif untuk Penjualan & Solusi Pelanggan MAN Truck & Bus, Friedrich Baumann, Rabu (29/1/25) lalu.

DB Schenker menjadi perusahaan pertama yang mengoperasikan MAN eTGX, perusahaan itu memesan 100 unit truk listrik dari MAN Truck & Bus
Pada serah terima sepuluh dari 150 truk listrik pertama hadir Anggota Dewan untuk Penjualan dan Solusi Pelanggan MAN Truck & Bus, Friedrich Baumann, Executive VP Transportasi Darat di DB Anggota Dewan Schenker Eropa, Cyrille Bonjean, Senior VP Senior Operasi Sistem DB Schenker Eropa, Marc Pühler dan Anggota Dewan untuk Produksi & Logistik MAN Truck & Bus, Michael Kobriger.
Truk yang dipesan DB Schenker adalah Ultra Low Liner eTruck MAN eTGX, yang diklaim MAN sebagai pelopor di kelasnya. Tinggi semitrailer hanya 950 mm, jarak sumbu roda yang sangat pendek yaitu 3,75 meter, namun memiliki kapasitas baterai maksimum dengan tawaran jarak tempuh sekitar 500 km.
“Sempurna untuk aplikasi yang membutuhkan volume muatan maksimum hingga ketinggian interior tiga meter. Berkat konsep baterai modularnya dengan pilihan empat, lima, atau enam paket baterai dan tingkat daya 449 dan 544 hp, truk ini bisa disesuaikan secara optimal untuk tugas transportasi apa pun. Selain teknologi pengisian CCS standar (hingga 375 kW), truk ini juga dapat dipesan dengan standar MCS baru dengan daya pengisian hingga satu megawatt, yang memungkinkan pengisian daya antara yang lebih cepat saat pengemudi berhenti mengemudi,” begitu penjelasan MAN.
Selain MAN eTGX dan eTGS untuk transportasi heavy duty, ada MAN eTGL yang melengkapi portofolio truk listrik MAN untuk transportasi distribusi ringan. “Dengan jangkauan hingga 235 km, pengisian cepat dalam waktu sekitar 30 menit dan muatan hingga 6,6 ton (tergantung pada bodinya), truk ini menawarkan kombinasi ideal untuk transportasi yang tenang dan bebas CO2 secara lokal dalam logistik barang perkotaan,” demikian diungkapkan MAN.
Bersama truk listrik, DB Schenker mendorong revolusi dengan menjalankan strategi keberlanjutan yang konsisten selama bertahun-tahun. Selain terus beralih ke sistem penggerak alternatif, strategi ini juga termasuk peningkatan efisiensi logistik secara permanen.
Sebagai pelopor transisi ke penggerak tanpa emisi, DB Schenker akan terus berinvestasi dalam solusi berkelanjutan di masa mendatang. “Kami senang menjadi pelanggan pertama yang berkesempatan mengoperasikan armada 10 MAN eTGX. Beberapa kendaraan akan digunakan dalam layanan terjadwal harian di jaringan kargo umum kami dalam operasi dua shift, misalnya dalam perjalanan pulang pergi harian antara lokasi kami di Dortmund dan Hanover. Kendaraan lain akan digunakan khusus untuk pelanggan kami di sektor otomotif dan konsumen,” kata Exeuctive VP Transportasi Darat DB Schenker Eropa, Cyrille Bonjean menjelaskan.
Senior VP Operasi Sistem DB Schenker Eropa, Marc Pühler, senang bisa menerima truk listrik baru dan menandatangani kontrak untuk truk listrik 12 ton yang belum ada di pasaran. “Hari ini adalah hari istimewa bagi DB Schenker. Selain menerima pengiriman truk listrik jarak jauh pertama dari MAN, kami telah menandatangani surat pernyataan untuk menerima pengiriman 50 truk MAN eTGL. Truk listrik seberat 12 ton sebelumnya tidak tersedia di pasaran. Hal ini berubah dengan adanya eTGL. eTGL ideal untuk digunakan di last mile. Kami bangga telah dapat menyumbangkan keahlian kami untuk pengembangan dan menantikan kendaraan seri pertama,” katanya. (naskah : mai/foto : mantruckandbus.com)






















