(Jakarta – haltebus.com) Scania dan DHL Group mengumumkan kolaborasi untuk mengembangkan truk listrik dalam proyek Jointly developed Extended Range Electric Vehicle (EREV). Kedua perusahaan mengembangkan truk listrik dengan generator bertenaga bahan bakar.
“Butuh waktu sebelum listrik terbarukan, jaringan listrik dan infrastruktur charging tersedia, bergantung pada truk bertenaga baterai-listrik, terutama untuk sistem berskala besar seperti jaringan parsel DHL Jerman. Daripada menunggu hari itu tiba, DHL dan Scania berkolaborasi menemukan solusi pragmatis untuk membuat logistik berkelanjutan dan mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 80 persen,” ujar CEO DHL Group Tobias Meyer dalam pernyataan bersama yang dirilis, Kamis (20/2/25).

Scania Pilot Partner menawarkan solusi alternatif truk listrik dengan jarak tempuh jauh di masa transisi kendaraan listrik bersama DHL Group.
“Masa depan adalah listrik, tetapi kesempurnaan tidak boleh menjadi musuh kebaikan karena kita sedang menuju ke sana. Kendaraan yang telah kami kembangkan bersama dengan DHL adalah contoh solusi sementara yang dapat meningkatkan skala transportasi berat yang didekarbonisasi sebelum sistem transportasi akhirnya menjadi 100 persen terelektrifikasi,” CEO Scania, Christian Levin.
Kolaborasi ini juga menjadi seruan bersama untuk penerimaan politik: “Kesempurnaan tidak boleh menjadi musuh kebaikan.”
Truk EREV dari Scania ini memiliki jarak tempuh 650-800 km (tergantung pada hasil pengujian) dan bisa diisi ulang di stasiun pengisian bahan bakar konvensional, jika diperlukan. Jarak tempuh ini sebanding dengan truk Scania 100 persen listrik paling modern dengan berat maksimum yang setara, yaitu 550 km.
EREV dikembangkan oleh Scania Pilot Partner, mengeksplorasi teknologi dan solusi baru bersama DHL. EREV yang dikembangkan bersama akan digunakan Divisi Post & Parcel Germany DHL Group mulai Februari 2025 untuk transportasi paket antara Berlin dan Hamburg.
EREV adalah truk sepanjang 10,5 meter, berat maksimum 40 metrik ton, bermesin listrik 230 kW (puncak 295 kW). Dilengkapi baterai 416 kWh dan generator bertenaga bensin 120 kW. Dengan bantuan generator onboard, awalnya ditenagai bensin dan kemudian bahan bakar diesel/HVO hingga jangkauan truk mencapai 800 km.
“Kendaraan ini merupakan solusi yang masuk akal dan praktis yang dapat memberikan kontribusi langsung mengurangi emisi gas rumah kaca dalam transportasi barang dalam jangka pendek. Pengurangan harus tercermin secara proporsional dalam penetapan harga tol jalan raya dan skema emisi armada UE. Kami melihat kolaborasi ini sebagai proyek inovasi yang sukses dari dua perusahaan yang berkomitmen untuk memerangi perubahan iklim,” begitu Tobias Meyer menambahkan.
Scania mengungkapkan, EREV dapat dilengkapi dengan perangkat lunak yang membatasi penggunaan generator bertenaga bahan bakar, sehingga memungkinkan emisi CO2 dikurangi dan dibatasi pada tingkat yang ditentukan. Kecepatan maksimumnya adalah 89 km/jam, dengan kapasitas kargo sekitar 1.000 paket (volume bak swap). Truk tersebut juga bisa menarik trailer dengan bak swap tambahan. EREV digunakan untuk main carriage antara kota Berlin dan Hamburg.
“Transisi iklim yang efektif mengharuskan para pembuat kebijakan menerima solusi tersebut, sambil meningkatkan investasi mereka dalam infrastruktur publik dan kondisi yang memungkinkan lainnya,” ujar Levin. (naskah : mai/foto : scania.com)




















