(Jakarta – haltebus.com) PT Kalista Soter Hastia (KALISTA), bagian dari KALISTA Group, berkolaborasi dengan PT Efisiensi Putra Utama (PO Efisiensi) melaksanakan uji coba bus listrik pertama di Indonesia yang melayani rute antar kota. Uji coba ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai dari 12 Maret hingga 12 April 2025.
“Kolaborasi ini diharapkan bisa menunjukkan komitmen KALISTA dan Efisiensi dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi publik. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan menginspirasi operator antar kota lainnya (AKAP, AKDP, PATAS, dll) untuk memulai perjalanan transisi ke bus listrik sebagai armada perjalanan jarak jauh tanpa investasi awal, bersama KALISTA, guna membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia,” begitu pernyataan tertulis KALISTA, Rabu (12/3/25).

KALISTA bersama PO Efisiensi menguji coba dimulainya ekosistem bus listrik jarak jauh, Cilacap-Kebumen-Yogyakarta.
Bus listrik yang diuji coba adalah bus Higer sepanjang 12-meter berkapasitas baterai 303 kWh dan kapasitas angkut 41 penumpang. Bus lini melayani rute Cilacap-Kebumen-Yogyakarta dan sebaliknya. Ada tiga titik pemberhentian yang dikelola PO Efisiensi, yaitu Pool Cilacap, Pool Kebumen dan Pool Ambarketawang. Rute ini berdurasi enam jam dan jarak tempuh sejauh 200 km dengan satu kali pengisian daya. KALISTA menyediakan charger untuk operasional bus dan van bertenaga listrik di pool PO Efisiensi
Selain bus, ada pula van 5 meter berkapasitas baterai 70 kWh dan kapasitas angkut 15 penumpang akan menjadi feeder untuk rute antar kota di kota Yogyakarta hingga Maguwoharjo.

PO Efisiensi memiliki nama yang identik dengan target KALISTA dalam membangun ekosistem bus listrik yang efisien dan bebas khawatir.

Untuk pertama kalinya KALISTA bersama PO Efisensi mengoperasikan bus Higer sebagai bus listrik antar kota perdana yang melayani masyarakat umum di Indonesia.
Proses uji coba direncanakan dengan rata-rata jarak tempuh 400 km per hari dan diharapkan bisa menghemat biaya bahan bakar hingga 61 persen dibandingkan bus konvensional. Berbasis perhitungan menggunakan harga bio solar dan tarif curah. Pengoperasian ini juga untuk menguji pengurangan emisi karbon hingga 28 persen.
Seluruh penghematan yang dihasilkan dari uji coba ini di monitor secara real-time menggunakan KALISTA Fleets Management System yang terintegrasi dengan armada.

Selain bus listrik KALISTA dan PO Efisiensi mengoperasikan satu unit van listrik yang beroperasi sebagai feeder di seputar Kota Yogyakarta.
“Saat ini, belum ada bus listrik yang melayani rute antarkota di Indonesia karena beberapa tantanga utama, termasuk keterbatasan infrastruktur pengisian daya di jalur antarkota, jarak tempuh yang masih terbatas serta biaya investasi yang tinggi untuk melakukan transisi armada ke bus listrik,” demikian pernyataan KALISTA.
Menurut KALISTA transisi ke bus listrik menjadi lebih mudah dengan layanan komprehensif dari mereka. KALISTA menyatakan, pihaknya menghadirkan ekosistem EV secara menyeluruh. “Keterbatasan infrastruktur tidak menjadi hambatan, karena KALISTA memastikan kesiapan infrastruktur sebagai bagian utama dari solusi yang ditawarkan. Satu unit stasiun pengisian daya berkapasitas 200 kWh telah dipasang di Pool Cilacap Efisiensi guna mendukung operasional yang optimal,” begitu penjelasan KALISTA. (naskah : mai/foto : KALISTA)





















