(Jakarta – haltebus.com) VDL Bus & Coach akan memasok dan merawat 42 bus Low Entry R-NET untuk konsesi Hoeksche Waard/Goeree-Overflakkee (HWGO). Dalam pernyataan yang dirilis, Kamis (20/3/25), konsesi transportasi umum ini diberikan kepada Transdev dan akan berlaku mulai Desember 2025 hingga Desember 2038.
“Kami senang dapat memperluas kerja sama kami dengan VDL Bus & Coach dengan pesanan besar untuk konsesi Hoeksche Waard/Goeree-Overflakkee ini. Melalui bus tanpa emisi baru ini, kami berkontribusi pada lingkungan hidup yang lebih bersih dan transportasi umum yang tahan masa depan. Selain itu, kami yakin bahwa bus baru ini akan semakin meningkatkan pengalaman penumpang,” Direktur Regional Transdev Nederland, Gosse Veenstra
Bus listrik VDL Citea LE-122 New Generation yang dipilih ini bagian dari upaya Transdev mencapai transportasi tanpa emisi dan menawarkan fasilitas lengkap untuk perjalanan yang sangat nyaman dan aman. VDL Citea New Generation menawarkan kenyamanan akses untuk inklusivitas yang menjadi prioritas R-Net. Bus Citea LE-122 New Generation memiliki fitur jalur yang lebar di antara lengkungan roda di kabin penumpang, lantainya rendah, jalur kombinasi elektrik dan manual untuk pengguna kursi roda.
Masih ada kursi yang nyaman dengan bantalan kursi tebal dan pemanas kursi di setiap kursi penumpang, konsol multimedia dengan dudukan telepon, lampu baca, koneksi USB, dan meja lipat.
Konsesi HWGO mencakup semua transportasi bus di Kotamadya Hoeksche Waard/Goeree-Overflakkee. Ada juga layanan bus antara kotamadya ini dan Rotterdam, Dordrecht, Barendrecht, Hellevoetsluis-Spijkenisse, Renesse, dan Willemstad.
Hingga 14 Desember 2025, konsesi ini akan dioperasikan Connexxion. Mulai 14 Desember 2025, Transdev akan menyediakan transportasi bus di area konsesi HWGO. Operator di jalur ini akan tetap sama, namun beroperasi dengan nama yang berbeda.

VDL Citea New Generation memiliki standar keselamatan yang memperhatikan keselamatan pengemudi, penumpang, pejalan kaki dan pengguna jalan lainnya, sesuai standar baru keselamatan Uni Eropa.
Alasan utama memilih Transdev adalah jadwal yang jauh lebih baik dengan lebih banyak dan lebih cepatnya pilihan perjalanan. Pada banyak rute, waktu mulai dan berakhirnya layanan akan diperluas dan bus akan beroperasi lebih sering, baik pada hari kerja maupun selama akhir pekan. Selain itu, Transdev menawarkan tarif yang menguntungkan. Penggunaan kendaraan listrik 100 persen baru juga menjadi faktor dalam proses tender.
Konsesi baru ini berfokus pada kebutuhan dasar penumpang. Bus beroperasi tepat waktu, sehingga penumpang tidak akan ketinggalan koneksi dan perjalanan menjadi nyaman. Persimpangan seperti stasiun bus Heinenoord menyediakan transfer yang mudah dan cepat.
Menurut VDL, Provinsi dan Kotamadya berinvestasi di Belanda dalam berbagai langkah menjaga waktu perjalanan tetap dapat diandalkan.
Fitur utama dari bus listrik VDL Citea LE-122 New Generation adalah keselamatan pengemudi, penumpang dan pengguna jalan lainnya. Bus mematuhi persyaratan Peraturan Keselamatan Umum (GSR2) terbaru dan dilengkapi dengan Blind Spot Information System (BSIS), Intelligent Speed Assistance (ISA), Moving Off Information System (MOIS), Driver Drowsiness Detection (DDD), dan Tyre Pressure Monitoring System (TPMS). Bus juga dilengkapi kamera mundur dan kaca spion kamera untuk visibilitas menyeluruh dan lampu kabut saat menikung, serta kendali jelajah termasuk pembatas kecepatan, sensor cahaya dan hujan, Sistem Peringatan Kendaraan Akustik (AVAS) dan Electronic Stability Control (ESC).
“Citea New Generation dilengkapi dengan fitur keselamatan yang sejalan dengan arahan UE untuk kategori kendaraan tertentu seperti Front Underrun Protection, Front Impact Protection, dan Rear Underrun Protection. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan stiker sesuai ISO 17840; ini memungkinkan layanan darurat untuk dengan mudah mengidentifikasi bahwa itu adalah kendaraan listrik,” begitu penegasan VDL Bus & Coach. (naskah : mai/foto : vdlbuscoach.com)






















