(Jakarta – haltebus.com) Penyedia jasa logistik, Duvenbeck memulai operasional truk listriknya untuk melayani pelanggan, Volkswagen Logistik. Layanan transportasi logistik tanpa emisi ini akan beroperasi dari lokasi Duvenbeck di Herne ke pabrik lain di Wolfsburg sejauh 634 km pergi-pulang menggunakan MAN eTGX full electric.

 

“Meningkatnya penggunaan truk listrik, seperti MAN eTGX, merupakan bagian penting dari strategi Duvenbeck untuk menerapkan solusi logistik yang berkelanjutan dan efisien. Pada akhir bulan ini, kami akan memiliki sekitar 15 MAN eTGX Ultra Low Liner dalam armada kami. Pengalaman yang kami peroleh setiap hari di jalan secara aktif berkontribusi untuk lebih membentuk dan mempromosikan logistik yang berkelanjutan,” ujar CEO Duvenbeck Group, Hakan Bicil, Selasa (11/3/25).

 

MAN eTGX Ultra Low Liner

Duvenbeck akan memiliki 15 MAN eTGX Ultra Low Liner bertenaga listrik.

MAN eTGX Ultra Low Liner

Duvenbeck mengoperasikan trul listrik baterai, MAN eTGX Ultra Low Liner untuk mengangkut komponen Volkswagen Group.

Operasional logistik Volkswagen menggunakan MAN eTrucks merupakan bagian dari program logistik berdampak goTOzero. Ini adalah program Volkswagen dalam upaya mencapai logistik ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, penggunaan truk listrik merupakan pendorong terpenting mengurangi emisi CO₂ dalam transportasi jalan raya.

 

“MAN eTGX Ultra merupakan solusi tanpa emisi yang sempurna untuk logistik otomotif. Tidak ada traktor semitrailer listrik produksi seri lain yang dapat menarik trailer dengan tinggi interior tiga meter. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk operasi transportasi dengan persyaratan volume tinggi. Kami sangat senang bahwa Duvenbeck dan Volkswagen kini berhasil mengintegrasikan inovasi ini ke dalam logistik sehari-hari,” kata Board Member Sales & Customer Solutions Officer at MAN Truck & Bus, Friedrich Baumann.

 

MAN Truck & Bus mengirimkan MAN eTruck pertama ke Duvenbeck Group akhir tahun 2024. Sejak pertengahan Februari, MAN eTGX Lowliners sudah mengangkut komponen Volkswagen dari lokasi Duvenbeck di Herne ke pabrik Volkswagen di Wolfsburg dalam operasi rutin. “Ini berarti bahwa BEV Lowliners pertama dengan tinggi muat tiga meter telah menempuh jarak sedang di jaringan penerusan regional kami untuk logistik material dan membuktikan keefektifan biaya serta kesesuaiannya untuk penggunaan sehari-hari,” kata Head of Logistics Volkswagen Group, Simon Motter, menjelaskan.

 

Duvenbeck terus berupaya untuk mengoptimalkan efisiensi energi dan menghemat sumber daya. Ini termasuk penggunaan penggerak alternatif, pengurangan perjalanan kosong, dan konsep pengisian daya yang inovatif. Penggunaan MAN eTruck menandai kontribusi lanjutan meminimalkan emisi CO₂ dalam rantai pasokan. Duvenbeck dan MAN telah sepakat dalam Letter of Intent (LOI) bahwa hingga tahun 2026 ada 120 unit MAN eTGX yang dimiliki Duvenbeck.

 

MAN eTGX Ultra Low Liner

MAN melengkapi truk listriknya dengan standar operasional yang setara dengan truk konvensional.

MAN mengungkapkan, truk listrik MAN eTGX Ultra Low Liner adalah pelopor di kelasnya. Dengan tinggi semitrailer hanya 950 mm, jarak sumbu roda yang sangat pendek yaitu 3,75 meter dan kapasitas baterai maksimum, MAN mengklaim, truk ini menawarkan jarak tempuh sekitar 500 km. Konsep baterai modular dengan pilihan empat, lima atau enam paket baterai pada truk ini bisa disesuaikan secara optimal untuk jenis pengangkutan apa pun.

 

Selain itu, MAN juga menawarkan teknologi pengisian daya CCS standar (hingga 375 kW) dan juga bisa dipesan dengan standar MCS baru. Di tahap awal ini, MAN menyediakan kemampuan pengisian daya hingga 750 kW dan di kemudian hari dimungkinkan pengisian daya hingga satu megawatt. (naskah : mai/foto : mantruckandbus.com)

 

 

Banner Content

Related Article