(Jakarta – haltebus.com) Daimler Truck mengungkap pengujian pertama truk prototipe berbahan bakar hidrogen Mercedes-Benz GenH2 di ketinggian di musim dingin, Senin (24/3/25). Dua truk listrik hidrogen ini menjalani serangkaian uji yang menantang kemampuan keduanya, di cuaca dingin bersalju dan gradien jalan yang curam di Kawasan Simplon Pass, Canton of Valais, Swiss.
“Untuk pengembangan lanjutan Truk Mercedes-Benz GenH2, kami terus mengembangkan pengalaman dari prototipe generasi pertama dan karenanya dapat menguji teknologi yang ditingkatkan dalam kondisi ekstrem sejak awal. Dengan ketinggian maksimum lebih dari 2 ribu meter di atas permukaan laut dan pendakian dari ketinggian 600 meter, rute melewati Simplon Pass menyediakan kondisi yang baik untuk menguji interaksi sistem sel bahan bakar dengan komponen lain yang disempurnakan. Pengujian yang berhasil telah menggarisbawahi potensi dan keandalan Truk GenH2, bahkan dalam kondisi yang menuntut,” ujar Head of Mercedes-Benz Trucks Product Engineering, Dr. Rainer Müller-Finkeldei.

Seluruh kinerja sistem dipantau tim engineering Mercedes-Benz Truck selama uji coba 14 hari, untuk mempersiapkan secara matang produksi massal truk berbahan bakar hidrogen.

Kinerja sistem pada truk Mercedes-Benz GenH2 menjadi fokus perhatian tim engineering, khususnya di saat menanjak dan menuruni pegunungan.
Selama pengujian, interaksi semua komponen penting diuji secara intensif, termasuk sfuel cell, baterai bertegangan tinggi, axle, sistem tangki dan manajemen termal. Fokus utama pada penggunaan Predictive Powertrain Control system, kendali jelajah yang bergantung pada topografi. Tujuannya, untuk penggunaan baterai yang dikombinasikan dengan fuel cell secara efisien, baik dalam propulsi maupun pemulihan saat berkendara menuruni bukit.
Dua truk hidrogen yang mengikuti pengujian mengangkut berat sehingga berat kotor kendaraan mencapai 40 ton selama periode 14 hari. Truk menempuh jarak total 6.500 km dan melintasi jalan pegunungan dengan pendakian kumulatif sejauh 83 m.
Yang paling menantang adalah tanjakan dan turunan sepanjang sekitar 20 km dengan gradien 10 hingga 12 persen, dengan jarak total akumulatif 1.600 km. Kedua truk fuel cell diisi ulang bahan bakar hidrogennya di stasiun pengisian bahan bakar hidrogen bergerak dari Air Products, yang ditempatkan di pangkalan pengujian di Valais.

Truk Mercedes-Benz GenH2 mengisi hidrogen di stasiun pengisian hidrogen bergerak yang disiapkan Air Products.

Daimler Truck membawa dua truk listrik berbahaan bakar hidrogen Mercedes-benz GenH2 untuk pengujian di pengunungan Swiss.
Daimler Truck mengungkapkan, musim gugur lalu, German Federal Ministry for Digital Affairs and Transport (BMDV) dan negara bagian federal Baden-Württemberg dan Rhineland-Palatinate menyetujui pendanaan sebesar €226 juta untuk Daimler Truck. Pendanaan tersebut ditujukan untuk pengembangan, produksi skala kecil, dan penyebaran (operasi dan pemeliharaan) 100 truk fuel cell kepada pelanggan.
Proyek pendanaan dibuat dalam kerangka program Hidrogen IPCEI (Important Project of Common European Interest) Uni Eropa, mencakup aktivitas terkait kendaraan dan produksi. Selain pengembangan dan pembuatan kendaraan, pendanaan ini juga akan digunakan untuk studi kelayakan terkait rantai nilai hidrogen serta investasi dalam fasilitas dan proses produksi yang diperlukan sebagai persiapan produksi seri yang direncanakan.
Perakitan akhir truk fuel cell hidrogen generasi lanjutan di pabrik Mercedes-Benz di Wörth. Truk hidrogen diharapkan mulai beroperasi di berbagai pelanggan mulai akhir tahun 2026. (naskah : mai/foto : daimler.com)



















