Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengujicoba bus listrik Higer. Bus yang lisensinya dipegang oleh PT. Higer Maju Indonesia ini, diujicoba keandalannya untuk dioperasikan di rute-rute layanan Transjakarta. Model bus listrik yang diuji adalah Higer KLQ6125GEV, dari enam model bus listrik yang ditawarkan Higer, pabrikan bus asal China itu.

“Mengapa perlu ada ujicoba? Kami sebagai manajemen Transjakarta gak mau menerima bus dari APM, langsung jalan angkut penumpang, terbakar di Sudirman-Thamrin tanpa ada review dari Transjakarta. Yang disebut bukan bus Higer, bus bus X, bukan bus Y tapi yang pasti disebut adalah bus Transjakarta yang terbakar. Nah ini yang harus kita hindari. Mengapa? Karena brand image Transjakarta berhubungan langsung dengan Pemprov DKI Jakarta,” kata Direktur Utama PT. Transjakarta, Sardjono Tjitrokusumo, Jumat (10/9/21)

Menurut Joni, sapaan akrab Sardjono Tjitrokusumo, uji coba ini adalah bagian dari rencana jangka panjang PT. Transjakarta. Setelah tahun lalu menguji bus lsitrik BYD, bus listrik Higer adalah merek bus kedua yang diuji coba PT. Transjakarta. Dia berharap uji cob aini berjalan dengan lancer tanpa kendala.

Bus listrik Higer KLQ6125GEV

Pose bersama sebelum diluncurkan

Pelepasan uji coba bus listrik Higer

Dalam kesempatan itu, Joni menegaskan kembali rencana jangka panjang PT. Transjakarta sebagai bagian dari mereasliasikan visi dan misi Pemprov DKI Jakarta. Pada tahun 2025, kata dia, Pemprov. DKI Jakarta sudah menetapkan tidak akan membeli bus diesel berbahan bakar fosil. Karena itu, PT. Transjakarta pada saat yang bersamaan juga memulai membeli bus-bus listrik sebagai bagian peremajaan armada.

Dia menambahkan, ada lebih dari 10 ribu unit bus yang ditargetkan bisa menjadi armada daam layanan Transjakarta pada tahun 2030. “Tahun lalu kita menginisiasi perencanaan. Kita sudah memasukkan perencanaan ebus ini dalam rencana jangka panjang perusahaan. Dalam rencana jangka panjang perusahaan ini tertulis bahwa kita akan mengoperasikan lebih dari 10 ribu bus listrik pada akhir Tahun 2030,” kata dia.

Bus Higer yang diuji coba PT. Transjakarta Higer KLQ6125GEV, memiliki panjang 12 meter dan lebar 2,48 meter. Akhir tahun 2020, PT. Higer Maju Indonesia memperkenalkan bus ini pada publik. “Bus listrik Higer sangat efisien dengan kapasitas baterai yang sangat besar dan jauh diatas kompetitor lainnya. Dengan kapasitas besar ini, maka dapat mencapai jarak tempuh lebih jauh, dengan pengisian daya baterai yang lebih singkat,” kata Direktur Utama PT. Higer Maju Indonesia Antonius R Ismanto saat itu.

Bus listrik Higer tampak depan

bus listrik Higer tampak belakang

Pada peluncuran untuk diuji coba PT. Transjakarta, Antonius kembali mengungkapkan, PT. Higer Maju Indonesia siap mendukung Transjakarta dalam pengadaan kendaraan umum ramah lingkungan. Antonius juga berharap bisa menjalin kerja sama yang baik dengan PT. Transjakarta dan operator bus yang melayani rute-rute Transjakarta. Dia menyambut baik uji coba ini agar bisa membantu PT. Transjakarta dalam mengukur kebutuhan dalam kondisi operasional riil sehari-hari. Dia juga berharap tidak ada kendala selama uji coba. Jika ada kendala dia mengatakan, “Semoga kita bisa pecahkan bersama.”

Kapasitas baterai lithium phospat Higer KLQ6125GEV adalah 385 kWh, dengan daya jelajah hingga 320 Km. Cukup dengan waktu pengisian ulang baterai sekitar 3 jam. Bobot kosong, 13 Ton, membuat daya jelajah bus ini diklaim PT. HMI lebih jauh. Bus listrik ini bisa mengangkut 34 penumpang dengan kecepatan maksimal 70 Km/jam. Dilengkapi motor listrik Dana TMA yang ditopang kinerjanya dengan axle ZF baik di belakang maupun depan. Dalam brosurnya, PT. Higer Maju Indonesia juga memberikan garansi untuk baterai hingga 10 tahun/600 ribu Km dan motor listrik hingga 5 tahun/300 ribu Km.

Dirut PT. Transjakarta, Sarjono Tjitrokusumo berbincang dengan Direktur Teknik dan Fasilitas PT. Transjakarta, Yoga Adiwinarto

Kabin penumpang

Sardjono Tjitrokusumo menegaskan, pihaknya sangat terbuka untuk semua pabrikan bus yang memiliki model bus listriknya. Dia mengundang merek manapun untuk menawarkan bus-busnya dan mereka PT. Transjakarta siap menguji coba. Sejauh ini selain BYD dan Higer, sudah ada Skywell dan Zhongtong yang menunggu giliran diuji coba.

Berdasarkan catatan haltebus.com, uji coba bus listrik baru bisa dilakukan oleh PT. Transjakarta, jika semua persyaratan kelaikan jalan dari instansi terkait sudah dipenuhi. Setiap bus listrik yang akan beroperasi di layanan Transjakarta diujicoba selama tiga bulan. Setelah lolos uji coba, bus listrik itu bisa direkomendasikan ke operator, sebagai pemilik bus nantinya. PT. Transjakarta berkontrak dengan operator untuk pembayaran layanan jasa angkutan yang diberikan operator di rute-rute layanan Transjakarta.

Joni mengungkapkan, PT. Transjakarta menargetkan 100 unit bus listrik bisa dioperasikan tahun ini. “Yang kemarin, untuk 100 unit barangnya sudah sampai. Ini dalam proses procurement. Tahun depan kita lanjutkan jadi 300 unit lagi, dan tahun berikutnya sampai tahun 2025 sampai kurang lebih 5 ribu unit,” katanya. (naskah : mai/foto : mai)

Banner Content

Related Article