Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) menunjukkan komitmen mendukung program udara bersih Jakarta. Upaya itu dilakukan dengan mengikat kerja sama dalam nota kesepahaman antara PT. Transjakarta dan operator bus yang menjadi mitra mereka. Ada enam operator bus besar yang berkomitmen dalam program ini.

“Sebagai bagian dari BUMD yang bergerak di sektor transportasi, tentunya Transjakarta harus ikut andil dalam mensukseskan program ini. Kami juga mengajak mitra operator untuk mensukseskan progam Jakarta Langit Biru dan MoU ini merupakan langkah awal menuju transisi tersebut,” demikian disampaikan Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT. Transjakarta, Angelina Betris, Kamis (11/11/21).

Dalam penandatanganan nota kesepahaman di Kantor PT. Transjakarta, Cawang, itu PT. Transjakarta diwakili oleh Direktur Utamanya, M. Yana Aditya. Enam operator bus besar diwakili oleh masing-masing Direktur Utama. Mereka yang hadir diantaranya adalah Ade Mahpud dari PT. Mayasari Bakti, Pande Putu Yasa dari Perum Pengangkutan Djakarta (PPD), John Pieter Sembiring PT. Steady Safe, Johanes Damanik dari PT. Bayu Holong Persada dan Teddy K. Rusli dari PT. Sinar Jaya Megah Langgeng,.

PT. Transjakarta dan Mitra Operator siap mewujudkan Langit Biru Jakarta

Rencana bus listrik PT. Transjakarta

Penandatanganan ini merupakan realisasi dari komitmen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk udara bersih Jakarta yang disampaikan dalam C40 pada 2019 lalu.  Menurut Betris, Transjakarta sendiri sudah mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan untuk mengoperasikan bus listrik. Misalnya, melakukan ujicoba dengan Agen Pemegang Merek (APM) hingga kebutuhan pendukung lain untuk pengoperasian bus listrik.

Transjakarta sendiri sudah memiliki rencana jangka pendek dan menengah untuk mengoperasikan sekaligus mengganti armada bus diesel menjadi bus listrik. Secara beratahap, akhir tahun ini hingga pertengahan tahun depan ada 100 unit bus listrik yang menjadi pilot project, sebelum dimulainya pengoperasian penuh pada 2030.

Dalam rencana jangka panjangnya, PT. Transjakarta berharap bisa mengoperasikan 10 ribu bus listrik. Sejauh ini, angka 10 ribu menjadi perencanaan bus listrik untuk perkotaan terbanyak di Indonesia. “Semuanya berproses, rencananya akhir tahun ini sudah ada 30 unit bus listrik sudah mulai melayani masyarakat di DKI Jakarta. Semoga persiapannya bisa berjalan dengan baik dan lancar sehingga bisa melayani masyarakat sesuai harapan,” kata Betris.

Tandantangan MoU PT. Transjakarta dan Mitra Operator menghadirkan kendaraan ramah lingkungan

Perencanaan bus listrik hingga 2025

Bus diesel yang saat ini dioperasikan di layanan Transjakarta

Setelah

pengoperasian 100 unit bus listrik, PT. Transjakarta berencana mengoperasikan 300 unit lagi. Lalu secara bertahap, hingga tahun 2025, PT. Transjakarta bisa mengoperasikan lima ribu unit bus listrik.

Dalam catatan haltebus.com, operator bus besar dan sedang yang menjadi mitra PT. Transjakarta, secara keseluruhan, mengoperasikan sedikitnya seribu unit bus. PT. Mayasari Bakti mengoerasikan lebih dari 400 unit, sedangkan PPD juga mengoperasikan lebih dari 500 unit. Sisanya, ada PT. Steady Safe, PT. Pahala Kencana, DAMRI, PT. Bianglala Metropolitan, PT. Trans Swadaya dan Kopaja yang mengoperasikan lebih dari 200 unit bus. (naskah : mai/foto : dok. PT. Transjakarta)

Banner Content

Related Article