(Jakarta – haltebus.com) Pabrikan bus asal Swedia, Volvo, mencatat sejarah dalam perjalanan produksi bus untuk pasar global mereka. Jumat (14/1/22) Volvo Bus membukukan chassis ke-200.000 di fasilitas produksi mereka di Borås. “Sejak 1977 fasilitas produksi kami di Borås memproduksi chassis bus untuk pasar, hari ini mencapai milestone produksi chassis ke-200.000,” demikian informasi yang disampaikan juru bicara Volvo Bus Kenndal Joakim kepada haltebus.com.

Secara kebetulan, chassis yang diproduksi ke-200.000 itu adalah chassis bus Volvo BZL Electric. Ini adalah model chassis bus listrik pertama Volvo Bus yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan bus listrik yang meningkat beberapa tahun terakhir. Sebelumnya Volvo Bus membuat bus dalam bentuk utuh, juga di Borås. Di fasilitas produksi ini, sejak pertama kali diresmikan, Volvo Bus sedikitnya memproduksi 50 model chassis. Beberapa chassis yang dikenal luas adalah Volvo B10M, Volvo B7R/B7RLE dan Volvo B11R.

Sejak tahun 2020 lalu Volvo Bus mendeklarasikan pabrik mereka di Borås sebagai salah satu fasilitas produksi bus pertama yang menggunakan renewable energy. Semua kebutuhan energy untuk fasilitas produksi itu menggunakan energi terbarukan, baik energi air maupun biofuel. Volvo Bus mengklaim, sejak beberapa tahun terakhir pabrik mereka itu juga sudah mengurangi konsumsi energi hingga 15 persen.

Fasilitas produksi Volvo Bus di Borås yang berbasis enegri terbarukan/dok. volvobuses.com

Salah satu model populer yang diproduksi di Borås B11R Euro6/dok. volvobuses.com

“Tentu saja kami sangat bangga bahwa kami telah mengurangi dampak iklim dengan hanya menggunakan sumber terbarukan dan semua energi yang kami beli bebas dari fosil. Listriknya berasal dari tenaga air, pemanas distrik kami disediakan oleh biofuel, dan truk fork-lift di pabrik menggunakan listrik atau HVO, yang merupakan bahan bakar terbarukan,” kata Joakim Wretman yang saat itu menjabat sebagai Production Manager Volvo Bus di pabrik Borås.

Pabrik Volvo Bus Borås juga menjadi simbol komitmen Volvo Bus untuk ikut berperan dalam isu perubahan cuaca.  Selain rancangan pabrik yang dibuat untuk meminimalisir emisi CO2, Volvo Bus Borås juga berpartisipasi dalam Autofreight, sebuah proyek yang dirancang untuk mengurangi transportasi antara Viared Logistics Park dan Pelabuhan Gothenburg. Ini bagian dari keikutsertaan mengurangi emisi CO2 sekitar 30 persen. Mengurangi dampak iklim dari produksi adalah salah satu dari beberapa hal untuk meningkatkan kualitas lingkungan Volvo Bus.

“Kami menganggap produk kami dalam perspektif life cycle dan bekerja terus menerus untuk mengurangi dampak lingkungan kami di setiap tahap, mulai dari produksi, hingga operasi harian, penggunaan kembali, dan daur ulang. Contoh terbaru adalah proyek berkelanjutan kami untuk menggunakan kembali baterai bus listrik kami, yang sekarang dapat menikmati masa pakai kedua sebagai unit penyimpanan energi di rumah,” jelas Energy Efficiency & Environment Director Volvo Bus, Andreas Carlén.

Volvo BZL Electric/dok. volvobuses.com

Aplikasi chassis Volvo BZL Electric pada bus single deck/dok. volvobuses.com

Di Borås, Volvo Bus memiliki kapasitas produksi hingga 10 ribu chassis per tahun. Fasilitas produksi yang menjadi hub terbesar Volvo Bus itu ada 300 karyawan yang sehari-hari bekerja memproduksi chassis dengan standar kualitas Volvo. Menurut Kenndal, mereka ikut merayakan catatan sejarah yang dibukukan pada chassis ke-200.000 bersama Vice President Operations Volvo Bus Borås, Joakim Wretman dan President of Volvo Bus, Anna Westerberg. (naskah ; mai/foto : dok. volvobuses.com)

Banner Content

Related Article