(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mencatat pesanan signifikan untuk produk yang sudah mengusung teknologi Euro 4. Dalam sebulan setelah diluncurkan, daftar pesanan Hino Euro 4 mencapai 7.500 unit kendaraan. “Sudah ada peminat Hino Euro 4, ada 7.500 pemesanan yang masuk, akan kami suplai semuanya sampai semester pertama 2022,” ujar Chief Operating Officer PT. HMSI Santiko Wardoyo di Jakarta, Rabu (13/4/22).
Santiko mengungkapkan, produk Hino Euro 4 disambut positif pelanggan mereka. Antusias ini terlihat dari jumlah pemesanan yang terbilang banyak dalam waktu satu bulan. Dia menjelaskan, ada 5.400 unit Hino Ranger 6×4 yang dipesan, sisanya 2.200 unit adalah jenis Dutro (medium). Sementara untuk bus, Santiko mengungkapkan, saat ini pengusaha bus masih dalam proses menuju kebangkitan paska pandemi.
“Truk Hino Euro 4 rata-rata dipesan untuk kebutuhan tractor head seperti di Jakarta misalnya. Untuk Sumatera dan Kalimantan ada sawit juga tambang. Sementara Dutro enam roda banyak dibutuhkan di plantation,” kata Santiko menjelaskan.
Meski belum mencatat penjualan untuk Bus Hino Euro 4, Santiko yakin kebutuhan bus di masa depan akan naik. Kesempatan yang diberikan pemerintah yang membolehkan masyarakat untuk mudik, menurut dia, sangat membantu pengusaha bus. Setelah dua tahun paceklik selama musim lebaran, lanjut dia, tahun ini harapan pengusaha bus mulai terbuka. “Pandemi sudah terlihat menurun, ini kesempatan baik untuk kita, baik untuk perekenomian ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Santiko menambahkan, selain teknologi Euro 4, kendaraan Hino sejak 2020 sudah dilengkapi dengan fitur telematik. Pada kendaraan dengan Vehicle Indentification Number (VIN) tahun 2020, sudah tertanam fitur Hino Connect. Saat ini, kata dia, Sudah ada 30 ribu kendaraan Hino yang beroperasi di jalan menggunakan Hino Connect.
Selama bulan April ini, lanjut dia, bersamaan dengan persiapan lebaran, Hino Indonesia menyiapkan program retrofit untuk Hino Connect. Armada Hino milik pelanggan buatan tahun sebelum 2020 yang belum tertanam Hino Connect, bisa diupgrade dengan harga khusus. Cukup dengan Rp.4 juta, Hino Connect bisa diaktifkan.
Sejak 2020, Hino Indonesia secara bertahap meng-upgrade produknya seiring kebijakan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk mengurangi emisi karbon yang berlaku 7 April lalu. Sejak 7 April 2022, pabrikan diwajibkan hanya memproduksi kendaraan dengan standar emisi Euro 4. Di saat yang bersamaan, pemerintah juga menyediakan bahan bakar yang mengikuti standar itu.
Santiko mengungkapkan kegembiraannya dengan antusiasme pelanggan Hino dengan pemesanan 7.500 unit. Dia mengungkapkan keyakinannya, di saat pandemi Covid-19 mulai turun, harapan penjualan bisa naik. Khusus untuk bus, pada Maret lalu, Santiko mengungkapkan target penjualan tidak terlalu tinggi di tahun 2022. Dia hanya mematok kenaikannya di kisaran 40 persen dari penjualan pada 2021. “Di 2021 kami jual sekitar 250-an bus, proyeksi 2022 sementara ini proyeksi saya 350 unit, sedangkan di 2019 kami jual hampir seribu,” katanya saat itu. (naskah : mai/foto : mai)























