(Jakarta – haltebus.com) PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) meluncurkan uji coba tiga bus listrik sekaligus di jalur operasionalnya, Rabu (8/6/22). Uji coba tiga bus dari tiga pabrikan berbeda yakni Zhongtong, Skywell dan Golden Dragon itu dalam rangka mempercepat operasional bus listrik di layanan Transjakarta. “Biasanya dilakukan masing-masing oleh setiap APM (Agen Pemegang Merek) tapi hari ini tiga APM sekaligus akan melakukan uji coba bus listrik sebagai layanan transjakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Syafrin Liputo dalam sambutan peluncuran.
Menurut Syafrin, Pemprov DKI Jakarta memiliki program untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara. Pada 2018, kata dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil kebijakan melakukan pendekatan mengatasi kemacetan dan polusi dari sisi mobilitas orang. Selain itu, ada pula Peraturan Gubernur Nomor 90/tahun 2021 tentang perencanaan pembangunan yang berwawasan lingkungan berbasis iklim. PT. Transjakarta menjadi salah satu ujung tombak pencapaian target Pemprov DKI Jakarta untuk kedua program unggulannya.
“Saya atas nama pemerintah provinsi DKI Jakarta mengucapkan terima kasih kepada tiga APM yang hari ini meluncurkan tiga bus listrik untuk diuji coba. Tetapi kami juga berpesan, bahwa uji coba ini jangan sampai putus hanya di uji coba, tidak ada kelanjutannya kerja sama dengan operator. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” kata Syafrin.
Uji coba bus listrik ini adalah uji coba ketiga setelah sebelumnya, Transjakarta sudah menguji bus listrik BYD dan Higer dalam kurun tiga tahun terakhir. Sebanyak 30 unit bus listrik BYD milik PT. Maya Saribakti Utama sudah dioperasikan di layanan Transjakarta sejak Maret lalu.
Pada ui coba kali ini, Bus listrik yang diuji coba semuanya adalah bus low entry 12 meter. Agen Pemegang Merek (APM) bus Zhongtong adalah PT. Mobilindo Armada Cemerlang, sementara APM bus Skywell, PT. Kendaraan Listrik Indonesia dan bus Golden Dragon, PT. Sinar Armada Globalindo.

Pimpinan PT. Sinar Armada Globalindo bersama Direktur Utama dan Direktur Teknik PT. Transjakarta/mai

Pimpinan PT. Kendaraan Listrik Indonesia bersama Direktur Utama dan Direktur Teknik PT. Transjakarta/mai

Pimpinan PT. Mobilindo Armada Cemerlang bersama Direktur Utama dan Direktur Teknik PT. Transjakarta/mai
Direktur Utama PT. Transjakarta M Yana Aditya sekali lagi mengundang pabrikan bus yang memiliki produk bus listrik segera melakukan uji coba. Menurut dia, uji coba PT. Transjakarta ini dilakukan agar mereka bisa mengukur kemampuan bus sesuai dengan kebutuhan operasional sehari-hari di Jakarta. Dari serangkaian uji coba yang dilakukan PT. Transjakarta sejauh ini hanya dikuti oleh bus-bus listrik low entry berlantai rendah, sementara sebagian besar layanan Transjakarta dilayani bus high deck berlantai tinggi.
“Sejauh ini belum ada pabrikan yang mengajukan (bus high deck) tapi tidak apa-apa kita uji yang low entry, semakin banyak APM yang diuji semakin baik, jadi kita tahu. Operator bus juga bisa memilih. Saya yakin nanti aka nada bus listrik high deck yang juga diuji coba,” katanya
PT. Transjakarta menargetkan menggantikan armada bus dieselnya dengan bus listrik seluruhnya pada 2030. Sedikitnya ada 10.47 unit bus listrik yang akan dioperasikan hingga akhir 2020 mendatang. Hingga akhir tahun 2022, ditargetkan 100 unit bus listrik bisa beroperasi di Jakarta. Bulan lalu, Transjakarta juga menandatangani nota kesepahaman dengan Switch Mobility di London untuk pengadaan bus listrik. “Pabrikan yang menyampaikan kepada kami banyak, tetapi belum sepenuhnya busnya bisa tersedia untuk diuji coba,” kata Yana.

Mengatasi kemacetan dan polusi udara menjadi salah satu program Pemprov DKI Jakarta, pengoperasian bus lsitrik menjadi salah satu solusinya/mai

PT. Transjakarta menargetkan bisa menggantikan bus diesel menjadi bus listrik pada 2030 sebanyak 10.047 unit/mai
Bus listrik diuji coba Transjakarta selama tiga bulan. Bus-bus yang diuji coba harus melalui standar yang sudah ditetapkan PT. Transjakarta. Setelah terpenuhi, bus-bus ini mendapat rekomendasi kelayakan beroperasi di layanan Transjakarta dan bisa dipilih oleh operator penggantian armada bus listrik mereka. Menurut Yana, PT. Transjakarta tidak membeli bus listrik, investasi bus listrik sepenuhnya diserahkan ke operator mitra Transjakarta. (naskah : mai/foto : mai)























