Sabtu, 20 Juli 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
KETIKA OPERATOR BUS MENYICIPI BUS EKSLUSIF
 
23 Februari 2014


(Jakarta – haltebus.com) Bus Tingkat di Jakarta bukan barang baru. Namun untuk yang satu ini belum pernah ada sebelumnya di Indonesia, bus tingkat yang bisa dijadikan sebagai bus pariwisata atau bus dengan trayek reguler. Maklum, bus tingkat di tahun 1980-1990-an identik dengan bus kota. MAN R37 yang ditawarkan oleh PT. Duta Putera Sumatera cukup menarik beberapa pengusaha bus. Mesin 12,4 liter, 460 HP, transmisi tipmatic, suspensi udara yang bisa diatur ketinggiannya dan bus yang dibangun bertingkat cukup menggiurkan. Entah sekedar ingin mengetahui fitur-fitur yang ditawarkan, entah memang tertarik untuk membeli, meski tak banyak tetapi peserta test drive MAN R37 Rabu (19/2/14) cukup antusias.


Manager Operasional PO. Blue Star, Andreas D. Wijaya, termasuk salah satu peserta yang cukup penasaran. Saat sesi test drive tiba, pria murah senyum ini langsung melompat ke kabin pengemudi. Duduk sebentar dibalik kemudi, dia berusaha mempelajari tombol dan fitur yang ada. "Fitur-fitur yang ada sudah cukup canggih, tak kalah dengan pabrikan lain yang chassis-nya sudah masuk ke Indonesia sebelumnya," kata dia.

Tak sampai 15 menit bus tingkat yang diberi nama Miracle oleh pembuatnya, Karoseri Nusantara Gemilang, telah terisi penumpang. Di lantai atas ada 20 kursi, dan enam kursi di lantai bawah. Andreas memilih berada di kabin penumpang bersama Andi Wijaya cucu seorang pengusaha bus di Sumatera. Mereka berdua mengamati cara mengemudi Rudy, yang bertugas mengemudikan Miracle hari itu.

Menurut Andreas, suspensi udara MAN R37 cukup baik, ayunan bus saat melewati jalan berlubang maupun gelombang cukup lembut. Dia juga sempat mengemudikan bus dalam jarak yang pendek. "Transmisinya mudah dipahami dan dioperasikan, tenaga mesinnya oke," ujarnya.

Andi mengamini apa yang disampaikan Andreas. Transmisi tipmatic 12 percepatan mudah dioperasikan. "Kalo transmisi yang awak rasakan lembut sekali, tak perlu risau pula kondisi tanjakan, masih bisa mainkan transmisinya," kata dia dengan logat Melayu yang kental.

Bagaimana dengan karoseri bus bertinggi 3,9 meter itu? Direktur Utama PO. Siliwangi Antar Nusa, Kurnia Lesani Adnan memberi acungan jempol. Menurut dia, untuk ukuran bus tingkat, Miracle cukup nyaman. Ketika dia, menumpang di dek atas tak terasa goyangan dan guncangan. "Sebagai pendatang baru, Karoseri Nusantara Gemilang cukup rapi membangun bus. Saat melaju stabil, ditopang suspensi udara dan tenaga mesin yang besar, bus tingkat ini sangat menarik," kata dia.

Masukan-masukan seperti yang diungkapkan Andreas dan Kurnia memang diharapkan oleh Direktur Utama PT. Duta Putera Sumatera, Nugroho Tjandrakusuma. Miracle MAN R37 adalah bus bersumbu tiga pertama yang dibangun di Indonesia dan beroperasi untuk kepentingan komersial baik untuk bus pariwisata maupun bus bertrayek reguler. "Kami senang bisa mendapat masukan-masukan dari pelanggan," ujar Nugroho.

Sayangnya saat test drive itu bus mengalami masalah. Mesin harus dimatikan karena belt AC rusak akibat bergesekan dengan mesin. Celakanya, mesin bus tak bisa dinyalakan kembali. Selain kontrol elektronik otomatis yang mengunci karena ada masalah pada mesin, tenaga listrik yang dibutuhkan tak mencukupi. "Kami menganalisa dua masalah, selain pada AC, ada masalah kelistrikan. Bus ini memprasyaratkan daya listrik pada aki 24 volt, saat kejadian sebetulnya daya masih 22 volt sekian, tetapi karena sensitif mesin tak mau menyala," ujar Nugroho menjelaskan masalah tersebut.

Sani, panggilan akrab Kurnia Lesani Adnan menyayangkan adanya kendala saat test drive pertama. Sebelumnya, dia sempat melontarkan pernyataan yang menyangsikan keseriusan PT. DPS menjual chassis bus. Dia khawatir perusahaan yang memiliki cabang di Medan itu menyamakan pelanggan truk MAN dengan perlakuan terhadap pelanggan chassis bus. "PT. DPS belum benar-benar siap menjual bus," kata dia berkomentar.

Nugroho mengakui kejadian itu menjadi pelajaran berharga bagi jajarannya dalam mempersiapkan armada bus yang akan dijual. Dia mengatakan, sensitifitas komponen elektrik MAN R37 tak terduga sebelumnya. PT. DPS pun sadar tak bisa menargetkan penjualan yang tinggi tahun 2014 ini, hanya 20 unit. "Kami juga sadar, bahwa kami tidak bisa dan tidak akan menjual unit di daerah yang tidak bisa kami jangkau. Tetapi tahun ini kami persiapkan semuanya untuk mendukung penjualan bus," katanya serius.

Sepertinya MAN R37 akan menjadi bus eksklusif jika PT. DPS benar-benar hanya menjualnya 20 unit saja untuk tahun ini. Dengan jumlah yang sedikit dan karakter yang cocok untuk bus yang menyasar pasar bus kelas premium itu, tentu kesempatan langka bagi siapapun untuk bisa menyicipi kenyamanannya kelak. Seperti halnya yang diutarakan Andi, "Jelas kami tertarik mengoperasikan bus ini, lain daripada yang lain." (naskah : mai/foto : mai & dok : kla)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013