Kamis, 22 Agustus 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TAMPIL BEDA UNTUK MELAYANI PENUMPANG
 
03 Februari 2015


(Jakarta – haltebus.com) Indonesia dikenal memiliki beragam suku, budaya, adat-istiadat dan bahasa. Kondisi ini jelas berpengaruh pada karakter pelayanan yang ditujukan untuk penumpang. Cara yang ditempuh PO. Primadona di Makassar, cukup berani. Mereka menyediakan kelas yang belum disediakan operator bus lain di sana. “Kami menyediakan bus dengan dua konfigurasi kursi yang berbeda, dua raw di depan 2-1, sisanya ke belakang 2-2,” kata Opy Sanda, Direktur Utama PT. Ariang Trans, operator PO. Primadona kepada haltebus.com Minggu, (1/1/15).

Di tahun 1990-an sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia, ada PO. Presta Prima yang membedakan dua kelas layanan dalam satu bus. Bermodalkan OH-1113 dengan kode bodi OH-306 buatan German Motor Manucafturer dari Mercedes Benz Indonesia saat itu, mereka membuat kelas Super Eksekutif dan Eksekutif dalam satu kelas. Layanannya dibedakan dari sisi kursi dan ruang. Di beberapa armada juga disediakan minibar. Cukup mewah untuk ukuran periode saat itu.

Kini, PO. Primadona yang melayani Makassar-Toraja juga memulai membedakan layanan dalam satu bus. Meski dalam satu ruang yang sama, kursi yang dipilih sangat terlihat berbeda antar kelasnya. Mereka menyebut kelas dengan konfigurasi seat 2-1 dengan La Premierre Class, untuk konfigurasi seat 2-2 ada Business Class dan Premium Economy Class dengan perbedaan keduanya pada jarak kursi.

Di kelas La Premierre ada enam kursi yang dilengkapi pengatur sandaran elektrik dan ada juga monitor LCD di balik sandaran kursi. Sementara untuk Business dan Premium Economy, kursi yang dipilih Opy tak kalah menjanjikan kenyamanan. Dengan profil lebar dan busa yang tebal, membuat penumpang tak mudah lelah selama perjalanan.

Ada fasilitas lain yang ditawarkan PO. Primadona sebagai fasilitas standarnya. CCTV dan safety box untuk keamanan barang penumpang dan jaringan internet nirkabel. Meski kabin penumpang terlihat cukup mewah jangan berharap menemukan toilet di dalam bus. ”Penumpang di sana tak senang dengan aroma toilet. Meski disediakan air yang cukup tak semua penumpang menyiramnya dengan baik jadi aromanya membuat penumpang yang lain tak nyaman,” ujar Opy

Sejauh ini yang sudah beroperasi ada dua unit Mercedes-Benz O 500 R-1836 yang menyediakan dua kelas dalam satu bus. “Ada dua unit bus Scania K310IB-4x2 segera keluar lagi dari karoseri. Sengaja kami perlakukan (bus) seperti itu karena karakter penumpang di Sulawesi yang ingin nyaman dan juga untuk diferensiasi," ujar Opy.

Untuk dua unit yang akan segera dikirim dari karoseri di Jawa Tengah, Opy mengklaim bahwa mereka operator bus yang pertama kali akan menggunakan model terbaru karoseri itu. Sayang informasi ini masih disimpan rapat-rapat.

PT. Ariang Trans tergolong baru diantara penyedia jasa transportasi bus di Sulawesi Selatan. Perusahaan yang baru mengoperasikan bus setahun lalu itu, memiliki delapan armada. Mereka mengoperasikan bus-bus Mercedes-Benz dan Scania. Ada OH-1526, OH-1626, O 500 R-1836 dan Scania K310IB-4x2. Tahun ini Opy menargetkan, PO. Primadona bisa memiliki empat unit Scania.



Opy sengaja memilih nama Ariang untuk mengingat nama kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Sementara nama Primadona dipilihnya untuk membuat brand image yang kuat diantara pengguna jasa transportasi bus. “PT-nya memang Ariang Trans tetapi nama PO Primadona, tidak pakai Ariang karena terlalu kedaerahan,” ujarnya singkat.

Dia juga punya cara lain untuk menarik minat pelanggan. Setiap busnya memiliki corak khusus. Ada motif harimau untuk mengingatkan hewan langka di Indonesia, ada karakter kartun untuk menarik minat pelanggan perempuan, ada juga tema perang terhadap narkotika. Karakter tersendiri baik eksterior maupun interior juga tak banyak dipilih operator bus di Indonesia. Kompetisi antar operator di Sulawesi Selatan yang cukup ketat membuat Opy memilih garis yang tegas untuk pelayanan pada pelanggannya.

Pakar Marketing terkemuka Indonesia, Hermawan Kartajaya menyebut, diferensiasi adalah cara pemasaran yang baik untuk melekatkan produk. Opy cukup memahami hal ini, meski baru memulai, siapapun pasti akan tertarik mencoba kelas yang ditawarkannya. Apalagi dengan karoseri terbaru, dengan chassis terbaru yang juga bisa jadi berbeda dari yang lain. (Naskah : mai/foto : dok. PT. Ariang Trans)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013