Jumat, 18 Agustus 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
TINGKATKAN PELAYANAN, LORENA GROUP TARGETKAN DAERAH TAK TERJANGKAU PESAWAT
 
12 Juni 2017


(Jakarta – haltebus.com) Pemerintah memprediksi penumpang mudik tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sinyalemen itu tak menyurutkan langkah Lorena Group mengukuhkan posisi sebagai pemain utama transportasi bus di Indonesia. Mereka mulai melepas 12 unit bus tingkat Antar Kota Antar Provinsi ke dua titik yang menghubungkan Jakarta dan Jawa Timur.

“Memang tidak bisa lagi bisnis (bus) AKAP ini besar seperti dulu, karena kita sudah termakan sama yang namanya kereta api dan pesawat terbang. Yang bisa kami lakukan adalah kami pilih titik-titik yang masih berpotensi dan kami coba bermain di service level yang berbeda dengan orang-orang lain, itu (yang membuat kami) akan tetap bisa hidup,” ujar Managing Director PT. Ekasari Lorena, Dwi Ryanta Surbakti, di sela-sela penyerahan 12 unit bus tingkat AKAP Lorena Group di Ciputat, Selasa (6/6/17).

Menurut Ryanta, secara garis besar bisnis transportasi bus di tahun 2017 tidak terlalu bagus, sebab tren transportasi darat sedang menurun. Namun, bukan berarti tak ada peluang Lorena Group menghadapi situasi seperti itu. Dia mengungkapkan, perusahaannya tengah mengatur ulang strategi bisnis dengan menghadirkan 20 unit bus tingkat AKAP di tahun 2017 ini.



Momen musim mudik Idul Fitri sengaja diambil Lorena Group sebagai salah satu langkah untuk menarik lebih banyak penumpang. Di saat musim mudik lebaran, pendapatan yang bisa diraih menyumbang 20 persen dari total pemasukan secara keseluruhan. Selain itu, bus AKAP berlantai dua masih tergolong jarang di Pulau Jawa sehingga momen musim mudik bisa menjadi waktu yang pas untuk mendorong promosi.

Sejauh ini hanya ada lima unit bus yang beroperasi, itu pun ke Jawa Tengah. Ryanta mengungkapkan, dua jurusan yang akan ditarget bisa dilayani dengan bus jangkung ini, yakni Jakarta – Madura (hingga Sumenep) dan Jakarta – Surabaya – Malang. Keduanya adalah jalur tradisional Lorena Group yang selama ini masih memiliki langganan yang fanatik.



Apa saja yang ditawarkan Lorena Group dengan armada Mercedes-Benz OC 500 RF-2542 yang memiliki fitur teknologi terbaru yang dijual di Indonesia? Dari sisi bus, karakter chassis premium dengan suspensi udara yang nyaman, ditopang kinerja mesin OM 457 LA yang menghasilkan 422 HP menjanjikan sensasi baru naik bus. Fitur Anti-locked Brake System (ABS), Electronic Stability Programme (ESP), Disc Brake dan transmisi ZF Ecolife dilengkapi Retarder menjanjikan keamanan berkendara yang tinggi.

Balutan bodi mewah Karoseri Adiputro menambah tawaran yang cocok dengan kelas high-end yang disasar Lorena Group. “Tidak ada perbedaan duduk di atas dengan duduk di bawah semua sama Rp. 450 ribu sampai Madura ( Sumenep). Dengan harga Rp. 450 ribu dapat servis makan dua kali dan jauh lagi jaraknya ke Madura,” ujar Ryanta.

Di dalam bus, terisi sepuluh kursi di lantai bawah dan di lantai atas ada 34 + 2 kursi. Total kapasitas kursi bisa mengangkut 44 orang penumpang dengan dua kursi di ruang merokok yang ada di sisi kiri belakang di lantai dua bus. Ryanta mengungkapkan, jarak kursi sengaja dibuat longgar yakni 1 meter 20 cm agar penumpang lebih nyaman. Toilet terletak di lantai bawah, dan di lantai atas disediakan dispenser untuk air panas dan dingin yang bisa dimanfaatkan penumpang untuk menyeduh miniuman panas atau membuat minuman dingin.



Konfigurasi kursi dan fasilitas pelengkapnya mengikuti kelas yang akan ditargetkan. Hiburan audio-visual bisa dinikmati penumpang yang duduk di atas kursi Alldila yang berbusa tebal. Di setiap kursi, penumpang bisa memilih sendiri hiburan apa yang akan mereka nikmati. Jangan lupa, penumpang yang ingin menikmati perjalanan bus tingkat Lorena-Karina ini wajib membawa earphone atau headset sendiri.

Tak seperti bus-bus tingkat yang sudah beroperasi di Pulau Jawa sebelumnya. Bus-bus Lorena Group itu tidak dilengkapi dengan pintu pneumatic atau pintu otomatis. Area di seputar pintu darurat juga dibuat lebih lega. Tidak ada sekat antara penumpang yang duduk di bawah dengan pengemudi. Pandangan di area bawah bisa lebih lapang.



Ryanta menjelaskan, di masa mendatang pihaknya ingin mengganti bus-bus berlantai satu yang kini mereka miliki dengan bus bertingkat. Daerah-daerah seperti Purwokerto, Lampung, Jember, Banyuwangi akan menjadi target berikutnya. “Saya akan mengubah gaya bisnis model kami, kami akan coba main di high-end. Kami mengubah menjadi produk diferensinya. Itu jelas,” katanya bersemangat.

Di tempat yang sama, Managing Director of Commercial Vehicle Mercedes-Benz Indonesia, Ralf Kraemer, dalam tiga tahun ada peningkatan permintaan bus. Untuk Mercedes-Benz, dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan permintaan mencapai 20 – 30 persen. Mercedes-Benz, kata dia, konsisten memasarkan bus-bus premium. “Saya cukup yakin untuk menyebutkan, kami menjadi leader untuk bus premium,” kata Ralf.

Dia menyambut baik kerja sama dengan Lorena Group untuk menyediakan 20 unit bus Mercedes-Benz OC 500 RF-2542. Menurut Ralf, fitur-fitur yang dihadirkan Mercedes-Benz cukup menarik dan menawarkan yang terbaik untuk pelanggan. Dia menyebutkan produk kendaraan komersial yang berinduk di Jerman itu memiliki keunggulan saat dioperasikan dalam rentang waktu 10 tahun.

Dari sisi pembelian awal, dia mengakui harga Mercedes-Benz memang mahal, tetapi saat dihitung biaya perawatan, down-time kendaraan, dan pergantian suku cadang, barulah bisa dirasakan tingkat ekonomisnya. Jika disatukan seluruh komponen biaya yang harus dikeluarkan pengusaha dan ditambahkan dengan fitur keamanan dan keselamatan, lanjut Ralf, apa yang dibayarkan untuk pembelian produk Mercedes-Benz sangat seimbang dan keuntungan bisa didapatkan. (naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013