Banner Top

 


(Jakarta – haltebus.com) Dua perusahaan pembuat kendaraan komersial pemain pasar global asal Eropa, Daimler Truck AG dan Volvo Group meluncurkan perusahaan baru mereka. Setelah keduanya sepakat membangun perusahaan patungan bersama, tahun lalu, kini Daimler dan Volvo mengumumkan cellcentric sebagai perusahaan bersama yang akan fokus pada pengembangan teknologi fuel cell.

“Dengan ambisi menjadi produsen global terkemuka untuk sistem fuel cell, pusat pengembangan sel (bahan bakar) akan membangun salah satu pusat produksi massal sistem fuel cell terbesar di Eropa, dengan operasi yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2025,” demikian pernyataan tertulis keduanya yang dirilis bersama, Kamis (29/4/21).

Pada 1 Maret 2021, Daimler Truck AG dan Volvo Group membentuk cellcentric. Untuk itu, Grup Volvo mengakuisisi 50 persen saham kemitraan di Daimler Truck Fuel Cell GmbH & Co. KG yang sudah ada dengan harga sekitar EUR 0,6 miliar secara tunai dan bebas hutang. Pada November 2020, Daimler Truck AG dan Volvo Group menandatangani perjanjian yang mengikat untuk usaha patungan tersebut. Perjanjian awal yang tidak mengikat telah ditandatangani pada bulan April tahun yang sama.

CEO Daimler Truck AG dan CEO Volvo Group bersama-sama meluncurkan cellcentric secara virtual. Kerja sama ini disebut kedua belah pihak sebagai upaya bersama memenuhi target transportasi berkelanjutan dan Eropa yang bebas/netral karbon pada 2050, sebagai kesepakatan negara-negara Eropa untuk mewujudkan Eropa Yang Hijau. Cellcentric akan mengembangkan, memproduksi dan komersialisasi sistem fuel cell yang mereka jalankan. Sistem fuel cell ini ditujukan untuk mendukung transportasi jarak jauh dan aplikasi lainnya.

CEO Daimler Truck AG, Martin Daum mengungkapkan, truk listrik berbasis baterai saja tidak akan memungkinkan memiliki daya jelajah yang jauh. Oleh karena itu, bersama dengan mitra meraka, Volvo Group, Daimler berkomitmen penuh untuk sel bahan bakar joint venture Ccllcentric. Dia menyatakan, mereka berdua mendorong pengembangan teknologi serta persiapan produksi massal. “Mengenai infrastruktur hidrogen yang diperlukan, jelas bahwa hidrogen hijau adalah satu-satunya cara maju yang masuk akal dalam jangka panjang,” katanya menegaskan.

Usaha patungan ini disebut sebagai usaha bersama memanfaatkan keahlian dan pengembangan kedua belah pihak. Lebih dari 300 ahli yang sangat terspesialisasi bekerja untuk cellcentric di tim antar disiplin di lokasi di Nabern, Stuttgart (Jerman) dan Burnaby (Kanada). Sekitar 700 paten individu telah dikeluarkan sejauh ini, memperlihatkan peran utama yang dimainkan oleh perusahaan dalam hal pengembangan teknologi.

“Ambisi kami yang bersatu adalah memenuhi target dalam perjanjian Paris untuk menjadi CO2 netral paling lambat pada tahun 2050. Kami yakin bahwa teknologi fuel cell hidrogen memainkan peran penting dalam membantu kami mencapai pencapaian tersebut. Tapi kami tahu masih banyak yang harus dicapai selain sekedar elektrifikasi mesin dan kendaraan,” ujar CEO Volvo Group Martin Lundstedt menambahkan.

Teknologi Daimler dan Volvo yang dimiliki masing-masing, bertemu dalam cellcentric untuk tujuan bersama. Baik menurut Daimler Truck AG maupun Volvo Group, truk bertenaga listrik berbasis baterai dan bertenaga listrik berbasis fuel cell hidrogen akan saling melengkapi. Kebutuhan kedua jenis sumber tenaga berpenggerak listrik ini tergantung pada penggunaan masing-masing pelanggan. Tenaga baterai akan lebih digunakan untuk beban kargo yang lebih rendah dan untuk jarak yang lebih pendek. Sedangkan daya yang dihasilkan fuel cell akan cenderung menjadi pilihan yang lebih disukai untuk beban yang lebih berat dan jarak yang lebih jauh.

“Truk listrik fuel cell bertenaga hidrogen akan menjadi kunci untuk memungkinkan transportasi CO2 netral di masa depan. Dalam kombinasi dengan penggerak listrik baterai murni, ini memungkinkan kami untuk menawarkan kepada pelanggan kami pilihan kendaraan CO2 netral lokal terbaik, tergantung pada aplikasinya,” kata Daum menjelaskan.

Dalam kesempatan itu pernyataan bersama Daimler Truck AG dan Volvo Group, juga bergabung dengan produsen truk Eropa lainnya. Mereka menyerukan pengaturan stasiun bahan bakar hidrogen dengan performa tinggi. Ada sekitar 300 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen performa tinggi yang cocok untuk kendaraan jarak jauh pada tahun 2025.

Sekitar 1.000 stasiun pengisian bahan bakar hidrogen ini direncanakan tersedia pada tahun 2030 di seluruh Eropa. Inisiatif bersama ini, menggunakan hidrogen sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan untuk menggerakkan truk listrik dalam operasi jarak jauh, merupakan salah satu bagian penting dari dekarbonisasi transportasi jalan raya.

“Perlu ada kerja sama yang lebih besar antara pemangku kepentingan publik dan swasta untuk mengembangkan teknologi dan infrastruktur yang diperlukan, itulah sebabnya kami menyerukan aksi bersama dari pembuat kebijakan dan pemerintah di seluruh dunia dalam membantu kami membuat teknologi sel bahan bakar hidrogen berhasil. Kemitraan seperti cellcentric sangat penting untuk komitmen kami dalam mengurangi karbonisasi transportasi jalan raya,” kata Lundstedt.

Saat ini, cellcentric sedang membuat konsep rencana untuk produksi massal berskala besar. Rincian lebih lanjut dan keputusan tentang lokasi akan diungkapkan selama tahun 2022. Sebagai langkah signifikan menuju produksi massal, persiapan untuk pra-produksi sedang berlangsung di lokasi baru di Esslingen dekat Stuttgart. Secara paralel, cellcentric menyiapkan prototipe.

Sasaran Daimler Truck AG dan Volvo Group adalah dimulai dengan uji pelanggan terhadap truk fuel cell ini dalam waktu sekitar tiga tahun. Mereka berencana siap produksi massal untuk fuel cell pada truk di paruh kedua dekade ini. Uniknya, meskipun keduanya bekerja sama dan membangun perusahaan patungan untuk fuel cell, mereka juga sepakat untuk tetap menjaga kompetisi.

“Semua aktivitas yang terkait dengan kendaraan dilakukan secara independen satu sama lain. Kedua perusahaan tetap menjadi pesaing dalam semua jenis kendaraan dan produk, dan khususnya dalam solusi integrasi fuel cell untuk semua produk,” demikian yang ditegaskan dalam pernyataan bersama. (naskah : mai/foto : dok. daimler.com)

Banner Content

Related Article