(Jakarta – haltebus.com) Tiga pabrikan besar kendaraan komersial asal eropa menyepakati perjanjian bersama untuk membangun jaringan pengisi daya listrik (charging station). Meraka adalah Daimler Truck AG, Volvo Group dan Traton Group (MAN, Scania dan Volkswagen). Perjanjian tidak mengikat ini dilakukan bersama untuk mempeluas jaringan pengisian listrik kendaraan komersial, khususnya truk jarak jauh yang beroperasi di seluruh Eropa.

“Ini adalah tujuan bersama dari produsen truk Eropa untuk mencapai netralitas iklim pada tahun 2050. Namun, sangat penting bahwa membangun infrastruktur yang tepat sejalan dengan menempatkan truk CO₂-netral di jalan,” kata CEO Daimler Truck AG, Martin Daum.

Dalam pernyataan bersama, Senin (5/8/21), mereka ingin mengungkapkan, kerja sama ini bagian dari komitmen masing-masing perusahaan. Khususnya, dalam memulai dan mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian daya listrik untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. Selain itu juga untuk mendukung transformasi UE ke transportasi yang bebas emisi.

CEO Daimler Truck, Martin Daum; CEO Traton Group, Matthias Gründler; President and CEO Volvo Group Martin Lundstedt

Perjanjian awal yang disebat tak mengikat ini, juga menjadi peletak dasar usaha patungan bersama masa depan yang kepemilikannya ada pada tiga pihak itu. Mereka menargetkan, perusahaan patungan Bersama akan beroperasi pada tahun 2022. Ketiga perusahaan juga sepakat menginvestasikan dana sebesar € 500 juta untuk membangun sedikitnya 1.700 stasiun pengisi daya listrik yang ramah lingkungan.

Stasiun pengisi daya tinggi itu akan ditempatkan di area terdekat jalan raya, area logistik serta kota-kota tujuan transportasi barang. “Untuk Traton Group, jelas bahwa masa depan transportasi adalah listrik. Hal ini membutuhkan perkembangan pesat dari titik pengisian yang dapat diakses publik, terutama untuk transportasi jarak jauh heavy duty,” kata CEO Traton Group, Matthias Gründler.

Ketiganya sepakat, perusahaan patungan ini akan beroperasi dengan identitas tersendiri dan mengambil lokasi di Amsterdam sebagai kantor pusatnya. Perusahaan patungan ini juga diharapkan bisa memberikan gambaran kepada para pendirinya terkait pengisian daya listrik. Di masa depan, perusahaan itu akan dapat membangun pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam pengembangan truk heavy duty.

“Kami meletakkan dasar yang diperlukan dalam membuat terobosan bagi pelanggan kami untuk melakukan transformasi ke elektrifikasi dengan menciptakan pemimpin jaringan pengisian daya listrik Eropa. Kami memiliki teknologi elektromobilitas yang kuat, dan sekarang, dengan Daimler Truck, Traton Group dan terima kasih kepada European Green Deal, juga pemahaman seluruh industri serta lingkungan politik untuk membuat kemajuan mendasar menuju solusi transportasi dan infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar President & CEO Volvo Group, Martin Lundstedt.

Mercedes-Benz eActros world premiere 2021/dok. daimler.com

Scania Long Haul/dok. traton.com

Perusahaan patungan ketiga grup pabrikan Eropa yang juga berpengaruh di pasar global itu, menjadi katalis dan pendukung untuk mewujudkan Kesepakatan Hijau Uni Eropa. Program Uni Eropa untuk transportasi logistik netral karbon ditargetkan bisa sepenuhnya berjalan pada tahun 2050. “Bersama dengan Traton Group dan Volvo Group, kami sangat bersemangat untuk mengambil langkah perintis ini untuk membangun jaringan pengisian daya listrik performa tinggi di seluruh Eropa,” ujar Martin Daum menambahkan.

Aksi bersama Volvo Group, Daimler Truck, dan Traton Group menjawab kebutuhan mendesak jaringan pengisian daya listrik berkinerja tinggi di Eropa. Operator truk di sana membutuhkan dukungan dalam transisi mereka ke solusi transportasi CO₂-netral, terutama pada truk jarak jauh atau heavy duty. Infrastruktur pengisian daya listrik performa tinggi yang memungkinkan pengangkutan truk jarak jauh adalah cara hemat biaya menuju pengurangan emisi yang signifikan dan cepat direalisasikan.

“Kami sekarang bergerak maju bersama dengan mitra kami Daimler Truck dan Volvo Group untuk mewujudkan jaringan berkinerja tinggi ini secepat mungkin. Kami sekarang membuat langkah pertama untuk mempercepat transisi menuju transportasi bebas fosil yang berkelanjutan. Langkah kedua harus menjadi keterlibatan yang kuat dari UE untuk peningkatan penuh jaringan pengisian daya listrik di seluruh Eropa,” kata Matthias Gründler.

MAN-eTGM 18.360E-4×2/dok. traton.com

Volvo eTruck/dok. volvotrucks.com

Pernyataan Bersama ketiganya menyebutkan, belum lama ini ada laporan yang mencatat kebutuhan pengisian daya listrik performa tinggi hingga 15 ribu titik. Kebutuhan itu selambatnya dipenuhi pada tahun 2025. Pada tahun 2030 doharapkan ada  50 ribu titik pengisian daya listrik berkinerja tinggi yang sudah beroperasi. Langkah awal ketiga perusahaan itu adalah salah satu contoh untuk semua pelaku industri lainnya, pemerintah dan regulator, agar bekerja sama dalam perluasan secara cepat jaringan pengisian listrik yang diperlukan.

Kesepakatan ketiganya juga disebut sebagai “Sebagai sinyal yang jelas kepada semua pemangku kepentingan, jaringan pengisian daya dari ketiga pihak akan terbuka dan dapat diakses oleh semua kendaraan komersial di Eropa, apa pun mereknya”.

Mereka yang membangun stasiun pengisian daya listrik bersama ini, memiliki misi yang berfokus pada pelanggan dengan mempertimbangkan aplikasi yang berbeda. Mereka berkeyakinan dengan memenuhi kebutuhan pelanggan bersama, walaupun untuk aplikasi yang berbeda, pelanggan tetap mendapatkan manfaat.

Tvolvo eTruck/dok. volvotruks.com

Mercedes-Benz eActros 2021/dok. daimler.com

Operator armada kendaraan listrik berbasis baterai dapat memanfaatkan pengisian cepat yang disesuaikan dengan periode istirahat, di Eropa wajib istirahat 45 menit. Pada armada transportasi jarak jauh menjadi perioritas kerja sama, perusahaan patungan Bersama juga menyiapkan pengisian daya listrik semalaman.

Meski bermitra dalam usaha patungan, kompetisi di semua bidang baik Volvo Group, Daimler Truck dan Traton Grup tetap berlaku. Kepemilikan saham yang sama di perusahaan patungan, tidak mengurangi posisi mereka saling berkompetisi di area lainnya. “Pembentukan JV tunduk pada peraturan dan persetujuan lainnya. Penandatanganan perjanjian JV diharapkan dapat dilakukan pada akhir tahun 2021,” demikian bunyi pernyataan bersama. (naskah : mai/foto : dok daimler.com, volvotruck.com, traton.com)

Banner Content

Related Article