Banner Top

(Jakarta – haltebus.com) pabrikan bus asal Spanyol, Irizar, mulai memproduksi bus model i4 berbahan bakar LNG (liquid natural gas) pertama. Seri model Irizar i4 LNG ini menambah opsi tawaran Irizar untuk teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mesin diesel berbahan bakar gas ini memiliki jangkauan lebih dari 1.000 Km, cocok untuk rute antar kota atau jarak pendek.

“Kendaraan pertama yang dilengkapi dengan teknologi ini adalah model kelas II Irizar i4. Ini adalah pelatih serbaguna yang sempurna untuk kota, jalur komuter, transportasi sekolah atau perusahaan dan penggunaan tertentu,” demikian pernyataan Irizar yang diterima haltebus.com, Jumat (17/9/21).

Irizar i4 LNG ini memiliki dua tangki tipe kriogenik silinder yang memiki kemampuan menyimpang bahan bakar gas hingga -162º C. Kedua tangki ditempatkan secara membujur di kedua sisi area bagasi di tengah bus. Tangki juga dirancang kedap air dan terisolasi dari area penumpang, memiliki kapasitas gas 704 liter dan beratnya 830 kg saat terisi penuh.

Irizar i4 LNG/dok. Irizar

Tangki BBG Irizar i4 LNG/dok. Irizar

Dalam merancang tangki, Irizar menyatakan, bus Irizar i4 memenuhi peraturan R66.02 UN ECE (Komisi PBB untuk Eropa) untuk uji kekuatan rangka bus. Komponen dan pemasangannya juga memenuhi semua protokol keselamatan menurut peraturan 110 UN ECE, tentang keselamatan komponen CNG/LNG. Standar UN ECE tentang kendaraan berbahan bakar gas sangat ketat dan detail, mulai dari bahan, penempatan serta fungsi komponen untuk keselamatan kendaraan.

Di Eropa, selain kendaraan yang digerakkan listrik, kendaraan berbahan bakar gas masih diperlukan untuk perjalanan jarak jauh. Bahan bakar gas menjadi alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, ekonomis dan teknologi yang sudah sangat dikenal. Dengan ketersediaan yang luas, gas alam merupakan aspek yang sangat penting dari transisi energy di Eropa.

“Selain jangkauan hingga 1000 Km, manfaat lingkungan yang diberikan oleh teknologi ini mengurangi emisi CO2 sebesar persen, emisi NOx sebesar 85 persen dan polusi partikel sebesar 96 persen, meminimalkan emisi referensi kualitas udara yang memengaruhi kesehatan hingga hampir nol,” begitu pernyataan Irizar tentang bahan bakar gas pada Irizar i4 mereka.

Keuntungan lain dari mesin berbahan bakar gas yang ditawarkan Irizar, selain memberikan kinerja termal yang lebih baik daripada diesel solar. Di sisi lain, tingkat kebisingan juga berkurang hingga 50 persen. Irizar mengklaim biaya operasi (TCO-total cost operation), bisa  mencapai 30 persen lebih rendah, tergantung pada perbedaan biaya bahan bakar gas dan solar. Biaya perawatan tetap sama dengan kendaraan diesel konvensional.

Bus komuter Irizar i4 LNG/dok. Irizar

Bus berbahan bakar Bio LNG dari Irizar, akan diproduksi untuk bus model i4, i6S dan i6. Pada bulan September ini, Irizar i4 juga tersedia dengan chassis Scania Natural Bio Gas (NBG) 9 liter Euro6E dengan 340 HP yang baru. Pada tahun 2022 teknologi ini akan diperluas ke model Irizar i6 dan i6S untuk bus dengan rute komuter, antar kota jarak menengah dan jarak jauh. Menurut Irizar, mereka mempersiapkan pilihan chassis 410 HP 13 1iter NBG generasi baru dengan panjang dari 12 hingga 15 meter.

Dengan varian baru bahan bakar gas, ada dua pilihan untuk paket tangki biofuel, satu tangki atau dua tangki terpisah. Pilihan ini untuk rentang jarak tempuh yang berbeda dan kapasitas kompartemen bagasi. “Dibandingkan dengan CNG (Compress Natural Gas-gas alam terkompresi), LNG atau gas alam cair, membutuhkan lebih sedikit ruang (600 kali lebih sedikit), LNG memiliki kepadatan energi 1,4 lebih besar dan berat sistem (komponen) yang lebih sedikit,” demikian penjelasan Irizar.

Dinamika perkembangan tekonologi baru ini membuat Irizar terus mengembangkan berbagai solusi teknologinya. Irizar menyebut, mereka menyiapkan teknologi yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan apa pun, termasuk bus listrik tanpa emisi maupun bus diesel berbahan bakar biofuel, gas, HVO (Hydrotreated Vegetable Oil), hybrid, dan B100. Irizar menyatakan, mereka memiliki katalog besar pilihan yang mencakup semua segmen pasar. Ada bus perkotaan, bus komuter di pinggiran kota dan bus jarak menengah atau jarak jauh untuk rute regular, bus khusus dan bus premium.

Menurut Irizar, langkah-langkah mereka untuk perkembangan teknologi memiliki tujuan strategis untuk mendorong penggunaan angkutan massal. Basisnya, membangun semua proyek energi terbarukan dan keberlanjutan yang dituntut masyarakat dan tantangan perubahan iklim.

Panel Irizar i4 LNG/dok Irizar

Bus berbahan bakar gas perdana Irizar i4 yang diproduksi adalah versi L dengan panjang 12 meter. Lantai bus dirancang untuk akses lebih mudah dan lorong/gang  penumpang rendah. Dilengkapi pintu tengah ganda dan fitur untuk penumpang dengan keterbatasan akses (Person with Reduced Mobility-PRM) yang diproduksi oleh Masats.  Irizar i4 L ini ditopang chassis Scania 320 EB 4X2 E6D, dengan mesin 9 liter dan 320 hp.

“(Bus) ini memiliki tempat duduk untuk 49, 1 PRM dan ruang untuk 13 penumpang berdiri. Dan, dalam hal ini akan melayani rute komuter dengan sering berhenti. Di dalam bus juga ada rambu tujuan, sistem pengawasan video CCTV dan panel kontrol gas digital yang memungkinkan pengemudi memverifikasi insiden dalam sistem gas dan mematuhi semua protokol keselamatan,” demikian pernyataan Irizar. (naskah : mai/foto : dok. Irizar)

Banner Content

Related Article