(Jakarta – haltebus.com) Di tengah perlombaan menghadirkan bus tanpa emisi (zero emission), seiring itu pula berkembang beragam teknologi yang ditawarkan. Salah satu yang mengemuka sejak beberapa tahun terakhir adalah bus berbahan bakar hidrogen. Alexander Dennis Limited (ADL), pabrikan bus yang terkenal dengan bus double-decker-nya memulai pengembangan generasi bus double-decker hidrogen.

“Dirancang dan dibangun di Inggris, bus hidrogen generasi berikutnya akan mempertahankan investasi dalam perekonomian kita dan meningkatkan keterampilan dalam teknologi kendaraan bersih, sektor penting untuk pengembangan masa depan karena Inggris menargetkan udara bersih zero emission pada tahun 2050,” kata President & Managing Director ADL, Paul Davies Februari lalu.

Bus hidrogen terbaru dari ADL masuk dalam proyek yang dinamai H2.0. Ditargetkan, sebelum akhir tahun 2021, bus hidrogen ini bisa segera beroperasi. Pengembangan produk H2.0 adalah bagian dari pengembangan kemampuan teknologi kendaraan yang bersih sesuai dengan program pemerintah Inggris. Negara itu tengah menggiatkan kendaraan yang bebas emisi melalui elektrifikasi dan karbon netral, baik untuk perkotaan, termasuk bus untuk rute jarak jauh.

ADL yang berada dibawah payung NFI Group Inc. (NFI), salah satu produsen bus global independen terkemuka di dunia, memiliki target yang menarik. Bus double-decker hidrogen ini memiliki jangkauan tanpa emisi hingga 300 mil (482 Km). ADL merancang bus itu dengan modul daya sel bahan bakar Ballard yang didukung Voith Electrical Drive System (VEDS) yang efisien.

Bus hidrogen bukan barang baru bagi ADL, tahun 2018 mereka juga pernah memperkenalkan teknologi hidrogen. Proyek H2.0 adalah platform hidrogen generasi kedua ADL, yang menggabungkan pembelajaran dari uji coba nasional generasi pertama untuk merumuskan standar baru untuk jangkauan dan efisiensi yang lebih baik. Proyek ini juga didukung oleh New Flyer, anak perusahaan Grup NFI, dengan pengalaman dalam hidrogen lebih dari 25 tahun dan salah satu pelopor global bus hidrogen.

“H2.0 akan menjadi tonggak penting untuk teknologi nol emisi dengan efisiensi tak tertandingi yang memberikan jangkauan terdepan di kelasnya, cocok untuk rute jarak tempuh tinggi yang tidak terjangkau oleh teknologi baterai,” kata Davies menjelaskan.

Salah satu keunggulan bus hidrogen generasi kedua dari ADL ini dibangun dengan desain kendaraan integral. ADL menyebut, desain dibuat untuk menyeimbangkan berat secara sempurna dan memaksimalkan ruang. Dengan tangki hidrogen dan komponen utama yang dikemas secara cerdas oleh para insinyur yang mengembangkan rangkaian bus bersih yang memiliki ruang terluas di pasar.

Penggunaan modul daya sel bahan bakar Ballard, menurut ADL, melanjutkan filosofi ADL untuk bekerja hanya dengan yang terbaik di bidangnya. Menurut ADL, sel bahan bakar Ballard, terkemua di kelasnya. Sel bahan bakar ini menghasilkan tenaga yang tepat, meminimalkan konsumsi bahan bakar dan memaksimalkan kinerja untuk total biaya operasional terendah. Tangki volume sedikit lebih tinggi, H2.0 mengurangi perawatan sekaligus meningkatkan kapasitas bahan bakar untuk menghasilkan peningkatan tanpa emisi.

Sistem penggerak H2.0 menggunakan teknologi terkini dari Voith Electrical Drive System. Ini meningkatkan regenerasi energi selama fase pengereman dan memberikan peningkatan efisiensi yang selanjutnya ditingkatkan dengan manajemen termal canggih yang menggunakan panas berlebih dari sel bahan bakar dan penggerak untuk memanaskan, demi meminimalkan kebutuhan daya tambahan. (naskah mai/foto ; dok. Alexander Dennis Limited)

Banner Content

Related Article

No Related Article